Halo…,Laba Telkom (TLKM) Tumbuh 17% Jadi Rp 19,49 Triliun di Kuartal III-2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berhasil mempertahankan tren pertumbuhan kinerja keuangan, baik top line maupun bottom line per kuartal III-2023.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan oleh emiten pelat merah tersebut, Selasa (31/10/2023), Telkom tercatat membukukan pendapatan Rp 111,24 triliun, tumbuh 2,17% year on year dari Rp 108,87 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun 2022.
Dari jumlah pendapatan tersebut, bisnis telekomunikasi tercatat berkontribusi Rp 8,31 triliun, kemudian bisnis interkoneksi sebesar Rp 6,62 triliun.
Baca Juga
Ini Penyebab Timah (TINS) Telan Rugi Rp 87 Miliar dari Laba Rp 1,15 Triliun
Kemudian bisnis dari layanan data, internet dan informatika berkontribusi sebesar Rp 65,86 triliun, sedangkan jaringan Rp 1,78 triliun. Adapun pendapatan dari lini bisnis IndiHome tercatat Rp 21,78 triliun, sedangkan layanan lainnya Rp 2,16 triliun.
Selain itu, pendapatan dari kontrak pelanggan mencapai Rp 109,15 triliun, serta pendapatan dari transaksi lessor tercatat Rp 2,08 triliun.
Sementara itu laba usaha TLKM tercatat naik 10,79% yoy mencapai Rp 34,98 triliun, naik dari Rp 31,57 triliun pada periode yang sama 2022. Begitu pula dengan posisi EBITDA yang menunjukan kenaikan menjadi Rp 32,28 triliun dari Rp 29,19 triliun.
Baca Juga
Laba Bank BNI (BBNI) Tembus Rp 15,8 Triliun di Kuartal III-2023
Telkom berhasil menghimpun laba periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 19,49 triliun di kuartal III-2023, naik 17,59% secara yoy dari posisi Rp 16,58 triliun per kuartal III-2022.
Adapun laba bersih per saham tercatat meningkat menjadi Rp 196,84 dibanding Rp 167,38 periode yang sama 2022.
Sementara total aset TLKM tercatat naik menjadi Rp 276,21 triliun per 30 September 2023, sedangkan posisi asset per 31 Desember 2022 Rp 275,19 triliun.
Telkom tercatat mampu menambah ekuitas pada periode 30 September 2023 di angka Rp 149,49 triliun, dari Rp 149,23 triliun pada 31 Desember 2023.
Jumlah liabilitas tercatat naik menjadi Rp 126,72 triliun dibanding Rp 125,93 triliun pada 31 Desember 2022.

