Rugi Bersih BUMA International (DOID) Berkurang, Ini Penopangnya
JAKARTA, Investortrust.id – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) atau BUMA International Group berhasil memangkas rugi bersih menjadi US$ 24 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rug bersih US$ 70 juta. Penurunan dipicu kenaikan pendapatan.
Sebaliknya pendapatan BUMA International turun sebanyak 10% menjadi US$ 318 juta pada kuartal I-2026, seiring lebih kecilnya portofolio aktif setelah berakhirnya kontrak di site Binungan, Indonesia, dan Burton, Australia, serta ramp-down pada dua lokasi operasional di Indonesia sepanjang 2025. Penurunan juga akibat penurunan volume produksi batu bara.
Manajemen melalui penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa perseroan mencatatkan kenaikan EBITDA sebesar 98% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$ 28 juta. Realisasi ini ditopang oleh perbaikan struktural pada produktivitas, biaya unit, dan disiplin operasional. Margin EBITDA meningkat menjadi 11%, dibandingkan 5% pada kuartal I-2025.
Baca Juga
Buma Internasional (DOID) Serap Capex US$ 170 Juta Sepanjang 2025
“Kinerja tersebut diraih di tengah tantangan musim hujan yang secara historis menjadi periode dengan curah hujan tertinggi dan paling menantang bagi operasional pertambangan,” tulisnya.
DOID berhasil mencatat volume pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) turun 12% YoY menjadi 89 juta bank cubic meters (MBCM). Sedangkan produksi batu bara berkurang 20% YoY menjadi 15 juta ton. Meski demikian, average selling price (ASP) bisnis kontraktor pertambangan meningkat 3% YoY, didorong porsi kontrak rise-and-fall yang lebih tinggi serta kenaikan tarif yang mengikuti harga batu bara.
Di Indonesia, jam non-produktif turun 14% YoY berkat perbaikan penanganan kondisi operasional akibat hujan, termasuk pada area disposal, jalan angkut, dan kondisi geologi. Produktivitas bank cubic meter per jam meningkat 1% YoY, didukung penurunan cycle time sebesar 1% YoY karena kondisi jalan angkut yang lebih baik dan berkurangnya waktu antre.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN) Melonjak 34,69%, Saham Grup Prajogo Pangestu Dominasi Top Gainers Sepekan
Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) pada kuartal I-2026 mencapai US$ 20 juta yang dialokasikan untuk menjaga keandalan armada dan keberlanjutan operasional. Perseroan juga berhasil membalikkan arus kas bebas (free cash flow) menjadi positif US$ 2 juta, dibandingkan negatif US$19 juta pada kuartal I-2025.
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, mengatakan pemulihan yang dibangun sepanjang 2025 terus berlanjut pada kuartal I-2026 meskipun dihadapkan pada tantangan musim hujan.
“EBITDA meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan meskipun pendapatan lebih rendah, didukung oleh disiplin biaya yang lebih kuat dan peningkatan produktivitas. Disiplin operasional dan perbaikan EBITDA tetap terjaga melewati puncak musim hujan pada Februari, memberikan kami landasan yang lebih kuat sepanjang tahun ini,” ujar Iwan.

