IHSG Makin Terpuruk, Net Sell Asing Tembus Rp 53,97 Triliun Ytd
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Burs Efek Indonesia (BEI) torehkan penurunan sebanyak 0,56% menjadi 6.162 sepanjang pekan ini. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham dunia yang cenderung naik, bahkan cetak rekor tertinggi.
Penurunan tersebut memicu hangusnya kapitalisasi pasar (market cap) saham lebih dari Rp 94 triliun pekan ini menjadi Rp 10.729 triliun. Sebaliknya rata-rata transaksi mengalami peningkatan menjadi Rp 28,38 triliun hanya dalam tiga hari transaksi di pekan ini.
Baca Juga
Ditopang Saham Teknologi, 3 Indeks Utama Wall Street Ukir Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Tekanan utama indeks pekan ini datang dari kejatuhan saham big cap, seperti BBCA anjlok 3,39%, ASII melemah 7,41%, BBRI turun 3,28%, AMRT anjlok 19,3%, dan APIC melemah sebanyak 27,14%.
Pelemahan juga datang dari penurunan mayoritas sektor saham pekan ini, seperti saham sektor industri terpangkas 2,31%, sektor konsumer non primer 2,45%, sektor keuangan 1,16%, sektor properti 1,96%, dan sektor energi melemah 1,17%.
Penurunan indeks pekan ini memicu pelamahan IHSG BEI sepanjang year to date (ytd) menjadi 29,14% atau terburuk di dunia. Persentase penurunan tersebut jauh melampaui persentase penurunan indeks saham India yang hanya 12,26% di posisi kedua terburuk di dunia.
Net Sell Jumbo
Sejalan dengan penurunan drastis tersebut, pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham jumbo pekan ini mencapai Rp 12,34 triliun. Angka tersebut jauh melesat dari net sell pekan lalu senilai Rp 807,68 miliar.
Net sell terbanyak pekan ini disumbangkan saham TPIA mencapai Rp 2,45 triliun, BBCA mencapai Rp 2,25 triliun, AMMN senilai Rp 1,99 triliun, BMRI mencapai Rp 907,88 miliar, dan BBRI senilai Rp 888,27 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham yang berhasil catatkan pembelian bersih (net buy) pekan ini, yaitu saham JPFA mencapai Rp 265,97 miliar, FILM mencapai Rp 246,97 miliar, MDKA senilai Rp 245,66 miliar, UNTR senilai Rp 129,22 miliar, dan EMAS mencapai Rp 118,90 miliar.
Dengan demikian total net sell saham oleh pemodal asing sepanjang pekan ini memuncak menjadi Rp 53,97 triliun atau setara dengan US$ 3,01 miliar. Aksi jual asing tersebut juga terlihat dari berlanjutnya penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

