Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Hari Ini, Ada GGRM hingga ERAA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/5/2026), diprediksi cenderung melemah dengan rentang pergerakan support level 6,081 dan resistance pada 6,188. Empat saham pilihan hari ini adalah GGRM, PGAS, EMTK, dan ERAA.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk bearish, di bawah MA5, indikator Stochastic dead cross pada area deep oversold. “Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan dengan saham pilihan utama hari ini: GGRM, PGAS, EMTK, dan ERAA,” tulisnya.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju pasar saham AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat. Sentimen positif disebabkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.
Baca Juga
Dari Rafale hingga Investasi Danantara, Prabowo dan Macron Perkuat Kemitraan Strategis RI-Prancis
Adapun pagi ini, mayoritas pasar saham Asia dibuka menguat, indeks Nikkei 225 menguat +1.80% dan Kospi menguat +2.74%.
Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham GGRM dengan target harga Rp 17.675, PGAS dengan target harga Rp 2.130, EMTK dengan target harga Rp 750, dan ERAA dengan target harga Rp 424.
Adapun IHSG sebelum libur Idul Adha ditutup anjlok sebanyak 76,15 poin (1,23%) menjadi 6.130 dengan rentang pergerakan 6.124-6.286 dengan nilai transaksi Rp 15,24 triliun. Penurunan dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham.
Baca Juga
Win&Co Group (COCO) Perluas Ekspansi ke Thailand, Kantongi Kerja Sama Distribusi US$ 500 Ribu
Penurunan dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor industry anjlok 3,38%, sektor konsumer primer 2,20%, sektor consumer non primer 1,69%, sektor property 2,14%, dan sektor keuangan 1,52%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi, infrastruktur, dan transportasi.
Tekanan terbesar indeks hari ini datang dari kejatuhan saham ASII, INCO, MLTP, UNTR, BUVA. Tekanan indeks juga dipicu kejatuhan harga saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
