Target Harga Saham Adhi (ADHI) Dipangkas, Potensi Cuan Tinggal Segini
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dipangkas besar-besaran, seiring dengan estimasi penurunan margin keuntungan yang berimbas terhadap laba bersih akan lebih rendah dari perkiraan semula.
RHB Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Rabu (20/9/2023), menyebutkan bahwa kenaikan upah pekerja dan bahan bangunan bisa menekan margin keuntungan perseroan. Kenaikan harga terlihat dari peningkatan rata-rata harga jual semen mencapai 18% sepanjang tahun lalu.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat ke Level 7.032, Saham POLU dan ALKA Cetak ARA
Hal ini mendorong RHB Sekuritas memangkas turun target laba bersih tahun ini dari Rp 217 miliar menjadi Rp 112 miliar. Sebaliknya perkiraan pendapatan direvisi naik dari Rp 15,02 triliun menjadi Rp 15,37 triliun. Revisi laba bersih merefleksikan perkiraan penurunan margin kotor perseroan dari 15,1% menjadi 12,3%.
Analis RHB Sekuritas Ryan Santoso mengatakan, Adhi Karya memang telah berhasil mencatatkan kontrak baru sebanyak Rp 24,5 triliun hingga Atustus 2023. Raihan perseroan tertinggi, dibandingkan emiten sejenis. Namun tantangan kenaikan harga bahan baku dan biaya pekerja akan menekan margin tahun ini.
Baca Juga
Bookbuilding IPO, Logisticsplus (LOPI) Tawarkan Harga Rp 100 – Rp 150
“Adhi Karya juga tercatat sebagai kontraktor satu-satunya yang unggul dalam pengembangan proyek kereta api. Perseroan juga didukung neraca keuangan yang sehat dengan rasio utang 0,9 kali,” terangnya dalam riset yang diterbitkan, hari ini.
Dukungan positif terhadap saham ADHI, terang dia, juga datang dari posisi perseroan sebagai satu-satunya emiten yang paling unggul dalam pengembangan proyek kereta api. Perseroan mengalahkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang masih dilanda masalah utang.
Baca Juga
Agustus 2023, Waskita Karya (WSKT) Catat Kontrak Baru Rp 11,2 Triliun
Keberhasilan tersebut membuat perseroan berhasil memenangkan tender pembangunan kereta di Manila bernilai Rp 3,7 triliun.
Terkait neraca keuangan, dia mengatakan, ADHI tergolong masih sehat atau paling baik, dibandingkan emiten kontraktor BUMN. Saat ini, net gearing perseroan 0,9 kali atau hampir sama dengan PT PP Tbk (PTPP). “Perseroan juga diprediksi tetap mampu untuk mempertahankan rasio utang terkendali,” terangnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas merevisi turun target harga saham ADHI dari Rp 990 menjadi Rp 540 dengan rekomendasi trading buy. Dengan target tersebut, potensi cuan saham ini tersisa sekitar 14% dari harga penutupan kemarin Rp 474.

