Unggul di Sektor Perindustrian, Astragraphia (ASGR) Bawa Pulang Penghargaan The Best Investortrust Companies 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu emiten terkemuka di Tanah Air. Perusahaan berkode saham ASGR ini berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai The Best Investortrust Companies 2026 untuk kategori Sektor Perindustrian.
Penghargaan tahunan yang digagas oleh portal berita dan data ekonomi independen di Indonesia yang berfokus pada isu bisnis, keuangan, investasi langsung, serta pasar modal ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi perusahaan-perusahaan publik (emiten) terbaik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Chief Executive Officer Investortrust Primus Dorimulu mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi kepada emiten yang menunjukkan ketahanan kinerja di tengah tekanan ekonomi.
“The Best Investortrust Companies 2026 merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan Investortrust terhadap emiten-emiten yang mampu menunjukkan performa kinerja keuangan yang solid di tengah berlanjutnya tantangan ekonomi dan bisnis tahun 2025,” ujar Primus dalam acara Best Investortrust Companies 2026 di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga
Penghargaan ini tidak hanya sekadar merayakan angka, tetapi menyoroti emiten yang mampu memadukan kinerja keuangan dan operasional yang solid dengan tata kelola perusahaan yang baik, keterbukaan informasi, serta konsistensi dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Tahun ini, The Best Investortrust Companies 2026 mengangkat tema "Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk". Tema ini dipilih karena pasar modal Indonesia saat ini berada di persimpangan krusial.
Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, seperti return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, hingga return on equity (ROE).
Selain aspek keuangan, penjurian juga mempertimbangkan tata kelola perusahaan, transparansi, keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Baca Juga
Gandeng Equinixdan HP, Entitas Astra Graphia (ASGR) Bangun ‘Private Cloud’ Berbasis AI
Dari total 967 emiten di Bursa Efek Indonesia, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri.
