PAM Mineral (NICL) Raih Best of The Best Investortrust Companies 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT PAM Mineral Tbk (NICL) meraih penghargaan “Best of The Best Investortrust Companies 2026” untuk kategori perusahaan terbuka dengan kapitalisasi pasar menengah (mid cap).
Penghargaan tahunan yang digagas Investortrust tersebut menjadi bentuk apresiasi tertinggi bagi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dinilai mampu memadukan kinerja operasional dan finansial yang solid dengan tata kelola perusahaan serta keterbukaan informasi yang baik.
Direktur PAM Mineral, Suhartono, mengatakan penghargaan tersebut menjadi momen membanggakan bagi seluruh jajaran manajemen perusahaan. Menurut dia, apresiasi itu juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap komitmen NICL dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang terbuka, akuntabel, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.
Baca Juga
'Big Cap' Berguguran, Sektor Komoditas Dominasi The Best Investortrust Companies 2026
“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan tetapi bisa jadi salah satu benchmark bahwa perusahaan kami bisa dilihat dari sisi selain penambangan. Penghargaan ini bisa jadi hal yang menarik minat investor. Kami melaksanakan aspek-aspek kaidah pertambangan yang baik, namun mungkin investor tidak hanya lihat sisi pertambangannya tetapi melihat sisi kinerja keseluruhan perusahaan,” ujar Suhartono usai menerima penghargaan di Hotel Aryaduta, Selasa (26/5/2026).
Dia menegaskan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran manajemen, dukungan mitra, serta kepercayaan para pemegang saham. Penghargaan itu juga dipersembahkan bagi mitra kerja, masyarakat sekitar wilayah operasi, hingga para ilmuwan yang menjadi bagian penting perjalanan perusahaan. “Mari kita jadikan penghargaan ini sebagai pemantik semangat baru untuk terus tumbuh dan memberikan yang terbaik untuk kita semua,” tandas Suhartono.
Seleksi Ketat
The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema “Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk”. Tema tersebut merefleksikan kondisi pasar modal Indonesia yang tengah berada di persimpangan penting, di mana reformasi transparansi, kedisiplinan fiskal, serta kemampuan menghadapi krisis energi dan risiko geopolitik menjadi faktor utama daya saing emiten.
Dalam proses penilaian, dewan juri menerapkan empat tahap seleksi ketat. Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 emiten yang lolos seleksi awal berdasarkan sejumlah kriteria fundamental, seperti ketepatan waktu laporan keuangan dengan opini WTP, tidak mencatat rugi pada 2025, memiliki ekuitas dan kapitalisasi pasar minimal Rp250 miliar, serta memenuhi ketentuan free float.
Baca Juga
CEO Investortrust: Tata Kelola dan Disiplin Fiskal Jadi Ujian Pasar Modal 2026
Tahun ini, standar penjurian juga diperketat dengan tambahan syarat pertumbuhan positif yang terintegrasi dengan laba, penjualan, dan imbal hasil positif. Dari proses tersebut, hanya 104 emiten yang berhasil masuk ke tahap penilaian akhir.
Ketua Dewan Juri The Best Investortrust Companies 2026, Roy Sembel, mengatakan ketatnya kriteria penilaian memunculkan anomali dalam penghargaan tahun ini. Sektor perbankan besar yang biasanya mendominasi justru tidak masuk jajaran pemenang utama akibat penurunan harga saham pada awal tahun yang menekan indikator imbal hasil.
Sebaliknya, emiten sektor komoditas, khususnya logam dasar seperti PAM Mineral, mendominasi penghargaan. “Kuatnya rotasi sektor (sectoral rotation) di pasar modal menjadikan sektor komoditas sebagai aset safe haven yang menawarkan ketahanan dan pertumbuhan instan di tengah fase konsolidasi sektor finansial,” ujar Roy Sembel.

