Roy: Harita Terus Ekspansi, akan Bangun Pabrik Stainless Steel
JAKARTA, investortrust.id –Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk (TBP) Roy Arman Arfandy menjelaskan emiten nikel terintegrasi ini merupakan bagian dari Harita Group, yang menjalankan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Obi, Maluku Utara. Kawasan Industri Obi menjadi salah satu PSN berdasarkan Peraturan Presiden No 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN.
“Proses produksi kami lakukan di Obi Island yang merupakan PSN. Kami proses saprolit menjadi feronikel. Kami akan membangun pula pabrik stainless steel, sehingga feronikel kami tidak akan diekspor tapi diproses di dalam negeri menjadi stainless steel di kemudian hari. Limonit (jenis bijih nikel kadar rendah di bawah 1,5%) yang tadinya dibuang karena belum ada teknologi yang bisa memanfaatkan limonit, sekarang dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL), kami bisa proses menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) untuk bahan baku baterai kendaraan listrik,” katanya dalam seminar Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik yang diselenggarakan Investortrust di Raffles Hotel, Jakarta, Selasa (29/08/2023).
MHP diproses lagi oleh perusahaan menjadi nikel sulfaf dan kobalt sulfat. Perusahaan sudah punya satu pabrik yang full capacity, dengan kapasitas MHP adalah 55.000 ton per tahun pure nickel yang bisa di-convert 100% menjadi nikel sulfat maupun kobalt sulfat, dengan adanya pabrik sulfat yang ada di sana.
“Kami juga sedang membangun HPAL yang kedua, sehingga kapasitas MHP kami tahun depan akan menjadi 120.000 ton pure nickel, lebih dari 2 kali lipat dari posisi 2023,” ucapnya.
Untuk feronikel sendiri, lanjut dia, perusahaan sudah punya 2 smelter yang berjalan dengan total line 12 dan ke depan akan dibangun lagi 12 line yang baru dan akan di-combine dengan pabrik stainless steel. Sehingga, nanti, sebagian besar feronikel perusahaan tidak hanya akan diekspor, tapi juga akan diproses lebih lanjut menjadi stainless steel.
"Kemungkinan sebagian besar nantinya juga bisa disuplai ke kebutuhan industri stainless steel dalam negeri. Saat ini, belum banyak pabrik stainless steel di Indonesia,” imbuhnya.

