Donald Trump Buka Opsi Kesepakatan Damai dengan Iran, Harga Kripto Kompak Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga koin-koin kripto kembali menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan adanya sinyal kesepakatan damai yang tengah difinalisasi dengan Iran dan sejumlah negara Timur Tengah.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut sebagian besar poin kesepakatan telah dinegosiasikan antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lain.
“Selain banyak elemen lain dari kesepakatan tersebut, Selat Hormuz akan dibuka,” tulis Trump dilansir dari Coindesk, Minggu (24/5/2026).
Pernyataan tersebut langsung memicu sentimen positif di pasar kripto. Setelah sempat anjlok sekitar 4% dari Jumat malam hingga Sabtu pagi dan menyentuh level hampir US$ 74.000, harga Bitcoin berbalik melonjak tajam ke kisaran US$ 76.700 dalam hitungan menit usai pengumuman tersebut.
Baca Juga
Komisi Sekuritas dan Bursa AS Tunda Aturan Perdagangan Saham Tokenisasi untuk Perusahaan Kripto
Menilik data Coinmarketcap, Minggu (24/5/2026) pukul 07.05 WIB, kapitalisasi pasar kripto global kembali menguat di tengah pulihnya sentimen investor terhadap aset digital. Berdasarkan data terbaru pasar kripto, total kapitalisasi pasar tercatat mencapai US$ 2,56 triliun atau naik 1,12% dalam 24 jam terakhir. Indeks CoinMarketCap 20 (CMC20) turut menguat 1,51% ke level US$ 155,11, mencerminkan kenaikan mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar. Meski demikian, indikator Fear & Greed Index masih berada di level 38 atau kategori “Fear”, menandakan pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap volatilitas.
Bitcoin masih memimpin pasar dengan harga US$ 76.591 dan naik 1,45% dalam 24 jam terakhir. Namun secara mingguan, BTC masih terkoreksi 2,04%. Sementara itu, Ethereum menguat lebih tinggi yakni 2,43% ke level US$ 2.114, meskipun masih melemah 3,13% dalam sepekan.
Untuk aset kripto utama lainnya, BNB tercatat naik 1% ke posisi US$ 656,04, sedangkan XRP menguat 1,74% menjadi US$ 1,35. Sementara Tether relatif stabil di level US$ 0,9987 seiring fungsinya sebagai stablecoin penopang likuiditas pasar kripto global. Penguatan pasar terjadi setelah sentimen geopolitik global mulai mereda dan investor kembali memburu aset berisiko, termasuk kripto, setelah sebelumnya pasar sempat tertekan oleh kekhawatiran konflik di Timur Tengah.
Pelaku pasar menilai potensi pembukaan kembali Selat Hormuz dapat meredakan ketegangan geopolitik sekaligus memperbaiki sentimen terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Baca Juga
16 Tahun Bitcoin Pizza Day, Dari Dua Pizza ke Aset Bernilai Miliaran Dolar
Sementara dilansir dari BBC, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, sebelumnya mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa posisi AS dan Iran telah bertemu dalam seminggu terakhir, tetapi memperingatkan bahwa itu tidak berarti kesepakatan akan tercapai pada isu-isu kunci dan menuduh Amerika membuat "pernyataan yang kontradiktif".
Di media sosial, Trump mengatakan dia telah melakukan "panggilan yang sangat baik" dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan lainnya tentang "Memorandum of Understanding yang berkaitan dengan perdamaian".
"Sebuah kesepakatan telah sebagian besar dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain, seperti yang tercantum," kata Trump.
"Aspek dan detail akhir dari kesepakatan tersebut saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan."
Ia juga mengatakan telah melakukan panggilan telepon pada hari Sabtu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang "berjalan sangat baik".

