Market Cap Emiten Prajogo Hangus Rp 1.924 Triliun dalam 5 Bulan, Terbesar Emiten Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) seluruh emiten yang dikendalikan konglomerat Prajogo Pangestu mengalami penurunan signifikan hingga 21 Mei 2026, seiring tekanan pasar saham domestik.
Berdasarkan data, kapitalisasi pasar enam emiten Prajogo Pangestu telah menguap sebanyak Rp 1.924,89 triliun atau hangus 68,96% terhitung sejak akhir 2025 ke 21 Mei 2026. Market cap turun dari Rp 2.791,56 triliun menjadi Rp 866,67 triliun.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Bukan Lagi Terkaya Indonesia Usai Saham Grup Barito Rontok hingga 74%
Pelemahan tersebut memicu penurunan drastic nilai kekayaan Prajogo menjadi US$ 15,2 miliar pada 21 Mei 2026 dan menempatkannya sebagai orang terkaya ketiga di Indonesia. Bandingkan dengan posisi akhir 2025, total kekayaan Prajogo Pangestu mencapai US$ 22,5 miliar menempatkannya sebagai manusia terkaya di Indonesia.
Penurunan market cap terbesar melanda saham PT Barito Renewables Energy (BREN). Market cap BREN turun dari Rp 1.297,72 triliun menjadi Rp 343,83 triliun atau menguap sebanyak Rp 953,89 triliun.
Penurunan juga terjadi pada PT Chandra Asri Pacific (TPIA) yang market cap-nya turun dari Rp 605,58 triliun menjadi Rp 196,38 triliun.
Sementara itu, PT Barito Pacific (BRPT) mencatat kapitalisasi pasar sebesar Rp 143,43 triliun per 21 Mei 2026, turun dibanding akhir 2025 yang mencapai Rp 306,55 triliun.
Baca Juga
Usai Saham TPIA Catat ARB dalam Lima Hari Beruntun, Manajemen BRPT Buka Suara
Market cap saham PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) juga turun dari Rp 263,06 triliun menjadi Rp60,14 triliun. Sedangkan PT Chandra Daya Investasi (CDIA) turun dari Rp 208,46 triliun menjadi Rp 88 triliun.
Adapun, PT Petrosea (PTRO) mencatat market cap sebesar Rp 34,89 triliun per 21 Mei 2026, turun dibanding akhir 2025 sebesar Rp 110,19 triliun.
Penurunan tajam kapitalisasi pasar emiten-emiten tersebut berdampak terhadap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data, penurunan IHSG sepanjang year to date (ytd) telah lebih dari 30% menjadi 6.096. Berdasarkan data BEI, BREN, BRPT, dan TPIA masuk dalam jajaran top 10 laggards sepanjang year to date (ytd).

