Integrasi Danamon (BDMN)-MUFG Buka Peluang Buyback Premium, Intip Skenario Harga Belinya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Integrasi operasional PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dengan MUFG Bank Ltd. cabang Jakarta atau MUFG Indonesia, dengan target efektif pada 2027 membuka peluang harga buyback saham minoritas dengan nilai tinggi.
BDMN dengan MUFG Indonesia sebelum telah menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki potensi integrasi pada 11 Mei 2026. Integrasi tersebut ditargetkan efektif pada 2027. Integrasi akan memanfaatkan regulasi berdasarkan POJK 41/2019, mengikuti preseden integrasi PT Bank Permata Tbk (BNLI) dengan Bangkok Bank cabang Indonesia pada 2020.
Baca Juga
Berdasarkan Pasal 52 POJK 41/2019, pemegang saham minoritas memiliki hak cash exit melalui mekanisme buy back saham pada harga wajar bagi pemegang saham yang tidak menyetujui aksi korporasi tersebut atau dissenter buy back.
“Skema tersebut dinilai menjadi bagian standar dalam proses integrasi, sehingga investor kemungkinan tidak perlu menunggu skenario delisting untuk memperoleh opsi keluar,” tulis Head of Investment and Advisory Stockbit Sekuritas Vivi Handoyo dan Investment Analyst Stockbit Sekuritas Everson Sugianto dalam analissinya yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Dari sisi valuasi, Stockbit Sekuritas menilai, skenario buy back pada harga wajar bisa mencapai satu kali nilai buku atau book value per share (BVPS) BDMN per kuartal I-2026 senilai Rp 5.464 per saham. Dengan harga tersebut terbuka peluang kenaikan harga saham BDMN sebanyak 29% dibandingkan harga penutupan saham BDMN pada 18 Mei 2026 level Rp 4.250 per saham.
Baca Juga
Danamon (BDMN) dan MUFG Indonesia Jajaki Integrasi Operasional, Target Efektif pada 2027
Namun apabila menggunakan skenario harga buy back yang lebih agresif sebesar 1,5 kali nilai buku, seperti preseden integrasi PT Bank BTPN Tbk (BTPN) dengan SMBC pada 2019, potensi upside saham BDMN diperkirakan mencapai 93%.
“Meski demikian, risiko utama yang dinilai perlu dicermati bukan terkait penentuan harga buy back, melainkan kemungkinan nota kesepahaman integrasi tidak berlanjut. Kondisi tersebut tersebut bisa memicu harga saham BDMN kembali ke level sebelum munculnya spekulasi integrasi,” tulisnya.
Bank Swasta Besar
Stockbit Sekuritas menyebutkan bahwa integrasi BDMN dengan MUFG Indonesia dapat memperkuat long–term outlook bisnis BDMN dengan peluang naik menjadi KBMI IV. BDMN juga akan menjadi bank swasta terbesar kedua dari sisis asset dan ekuitas setelah BBCA.
Baca Juga
Jelang Integrasi Danamon-MUFG Makin Dekat, Asing Agresif Masuk ke Bank Danamon (BDMN)
Berdasarkan total asset diperkirakan meningkat menjadi Rp 477 triliun atau berada di bawah BBTN senilai Rp 528 triliun. Total ekutias juga bakal meningkat menjadi Rp 43 triliun. Dengan peluang kenaikan total asset tersebut, BDMN akan menjadi bank swasta terbesar kedua di Indonesia ke depan.
“Kombinasi ekuitas juga akan membuat BDMN menjadi bank KBMI IV, membuat BDMN di klasifikasi yang sama dengan BMRI, BBRI, BBCA dan BBNI,” terangnya.
Adapun pada perdagangan intraday sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BDMN bergerak menguat sebanyak 3,06% menjadi Rp 4.380, bahkan saham ini sempat sentuh level Rp 4.440.

