Mandiri Sekuritas Top Broker Sepekan, Himpun Transaksi Saham Rp 7,79 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan pasar saham berada di zona merah selama sepekan terakhir, periode 23 – 27 Oktober 2023. Tercermin dari posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot sebesar 1,32%, ke level 6.758,793 dari posisi 6.849,168 pada pekan sebelumnya.
Penurunan IHSG sejalan dengan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini yang mengalami penurunan sebesar 0,84% menjadi Rp 10.530 triliun dari Rp 10.619 triliun pada pekan sebelumnya.
Penurunan kinerja pasar saham disebabkan tingginya kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketidakpastian global, yang dipicu oleh geopolitik dan suku bunga serta inflasi tinggi.
Langkah investor yang condong wait and see, berdampak pada penurunan aktivitas transaksi para broker. Terpantau dari nilai transaksi top 10 broker yang menurun.
Baca Juga
Laba RS Siloam (SILO) Meroket 93,3% Jadi Rp 884 Miliar di Kuartal III-2023
Selain itu terjadi pergeseran top 1 broker yang biasanya ditempati broker asing, beralih ke broker lokal.
PT Mandiri Sekuritas Indonesia (CC) tercatat menempati Top 1 broker dengan nilai transaksi saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sepekan terakhir, 23 – 27 Oktober 2023.
Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tersebut mencatat nilai transaksi saham sebesar Rp 7,79 triliun selama seminggu, melampaui broker-broker ternama, termasuk asing.
Sebagai top broker sepekan, frekuensi transaksi broker berkode CC tercatat mencapai 832,93 juta kali transaksi dan volume sebesar 13,64 miliar lembar saham.
Baca Juga
Pencatatan Obligasi dan Sukuk di BEI Capai Rp 459,82 Triliun
Berdasarkan data BEI, top 10 broker dengan nilai transaksi terbesar sepekan terakhir, didominasi broker asing sebanyak 7 broker.
Selain PT Mandiri Sekuritas (CC), broker lokal yang masuk dalam top 10 adalah PT Indo Premier Sekuritas (PD) di posisi 7, dan PT Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) diposisi ke-10.
Posisi kedua ditempati PT Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) dengan nilai transaksi Rp 7,49 triliun selama sepekan, frekuensiya sebesar 423,70 juta kali dan volume sebanyak 12,04 milliar lembar saham.
CGS-CIMB Sekuritas Indonesia yang pada pekan sebelumnya di juara I harus puas ketempat ketiga pekan ini, dengan nilai transaksi Rp 6,19 triliun. Frekuensi broker dengan kode YU ini tercatat 240,48,99 juta kali dan volume sebanyak 6,94 miliar saham ditransaksikan
Posisi keempat dipegang oleh PT UBS Sekuritas Indonesia dengan nilai transaksi Rp 6,03 triliun, frekuensi 424,91 juta kali transaksi, volume 7,03 miliar lembar saham.
Sedangkan ditempat kelima diisi oleh PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dengan nilai transaksi Rp 5,62 triliun, frekuensi sebanyak 1,43 miliar kali transaksi dan volume 18,73 miliar lembar saham.
J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) bertengger diposisi ke-6 top broker dengan nilai transaksi Rp 4,86 triliun, kemudian PT Indo Premier Sekuritas diposisi ke-7 dengan nilai transaksi saham Rp 3,65 triliun. Posisi ke-8 ditempati CLSA Sekuritas Indonesia dengan nilai transaksi Rp 3,04 triliun.
Diposisi ke-9 dengan nilai transaksi Rp 2,58 triliun ditempati oleh KB Valbury Sekuritas Indonesia (CP). Sedangkan posisi ke-10 diduduki oleh PT Verdhana Sekuritas Indonesia dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,13 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, selama sepekan, rata-rata volume transaksi harian bursa turun signifikan sebesar 29,03% menjadi 17,04 miliar lembar saham dari 24 miliar lembar saham pada sepekan yang lalu.
“Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 11,27% menjadi 1.192.431 kali transaksi dari 1.344.504 kali transaksi pada pekan lalu,” papar Kautsar dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (28/10/2023).
Sementara dari sisi rata-rata nilai transaksi harian bursa pekan ini tercatat anjlok sebesar 23,38% menjadi sebesar Rp 9,05 triliun dari Rp 11,81 triliun pada sepekan yang lalu.

