IHSG Anjlok Lebih dari 3,67% Hanya dalam 40 Menit Transaksi, bahkan Sempat Sentuh 6.468
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/5/2026), telah anjlok lebih dari 248 poin (3,67%) menjadi 6.514 hanya dalam 40 menit perdagangan saham dibuka, bahkan sempat anjlok ke 6.468.
Penurunan IHSG dipengaruhi atas pelemahan seluruh sektor saham. Pelemahan terdalam melanda saham sektor material dasar 6,26%, sektor infrastruktur 4,30%, sektor transportasi 4,12%, sektor energi 3,07%, dan sektor keuangan 2,21%.
Baca Juga
Timah (TINS) Jadi Kandidat The Best Investortrust Companies 2026, Ini Alasannya
Kejatuhan dipicu atas penurunan saham big cap, seperti TPIA, DSSA, MORA, AMMN, BREN, dan MDKA. Penurunan juga melanda saham big bank, seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.
Pekan lalu, IHSG anjlok sebanyak 246,07 poin (3,53%) menjadi 6.723. Penurunan selama tiga hari beruntun membuat kapitalisasi pasar (market cap) BEI yang menguap mencapai Rp 581 triliun menjadi Rp 11.825 triliun.
Baca Juga
Antam (ANTM) Kandidat Kuat Peraih ‘The Best Investortrust Companies 2026’
Tekanan terbesar indeks datang dari kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti saham BMRI melemah 9,29%, BREN turun 21,95%, TPIA melemah 21,82%, DSSA turun 20,99%, dan BBRI melemah 4,295.
Pelemahan indeks juga dipicu atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry melemah 3,41%, sektor enerig turun 3,59%, sektor consumer primer melemah 2,33%, sektor keuangan turun 2,01%.
Penurunan indeks pekan ini juga diikuti dengan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 3,21 triliun. Angka tersebut jauh melampaui net sell saham di pasar regular pekan sebelumnya senilai Rp 2,43 triliun.

