Bagikan

Kinerja Moncer Kuartal I-2026 Dorong Pertamina Geothermal (PGEO) Masuk Kandidat Penghargaan Investortrust

Poin Penting

PGEO mencatat laba bersih US$ 43,9 juta atau naik 40,02% pada kuartal I-2026.
Pendapatan perseroan tumbuh 14,82% menjadi US$ 116,56 juta.
Kinerja ditopang peningkatan produksi listrik dan margin operasional tinggi.

JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), emiten energi panas bumi milik kelompok usaha Pertamina, tercatat sebagai salah satu kandidat kuat penerima penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 kategori Special Award. Pengakuan ini muncul setelah perseroan membukukan pertumbuhan laba signifikan pada kuartal I-2026 dan menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah percepatan transisi energi global.

Sebagai salah satu emiten energi baru terbarukan di Bursa Efek Indonesia (BEI), PGEO dinilai unggul dari sisi profitabilitas, tata kelola, hingga prospek pertumbuhan jangka panjang.

Ajang The Best Investortrust Companies 2026 merupakan penghargaan tahunan yang menilai emiten terbaik berdasarkan kombinasi performa keuangan, operasional, transparansi, dan konsistensi dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk, penghargaan ini hadir di tengah dinamika pasar modal yang menuntut emiten memiliki daya tahan bisnis tinggi serta strategi pertumbuhan berkelanjutan.

Dalam proses penilaian, Investortrust menggunakan indikator kuantitatif dan kualitatif seperti return saham selama 1 tahun, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi dalam 3 tahun, margin operasional, asset turnover, hingga return on equity atau tingkat pengembalian ekuitas.

PT Pertamina Geothermal Energy mencatatkan kinerja impresif pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih yang jauh melampaui kenaikan pendapatan, mencerminkan efisiensi operasional yang semakin kuat.

Baca Juga

Produksi Listrik PGE (PGEO) Melejit 15%, Lumut Balai Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Director of Finance PT Pertamina Geothermal Energy Fransetya Hutabarat mengatakan, pendapatan perseroan mencapai US$ 116,56 juta atau tumbuh 14,82% secara tahunan.

Sejalan dengan itu, EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi meningkat menjadi US$ 96,54 juta, naik sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Laba bersih perseroan mencapai US$ 43,9 juta, tumbuh signifikan sebesar 40,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Fransetya dikutip Senin (18/5/2026).

Menurut dia, pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan menunjukkan ekspansi margin yang kuat dalam operasional perusahaan.

Ilustrasi geotermal/panas bumi. Dok PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Produksi Listrik dan Efisiensi Jadi Kunci

Dari sisi profitabilitas, PGEO membukukan gross profit margin sebesar 57,97%, EBITDA margin 82,82%, serta net income margin mencapai 37,66%. “Hal ini mencerminkan bahwa model bisnis panas bumi di PGE memiliki karakteristik margin profitability yang tinggi apabila dibandingkan dengan perusahaan sejenis,” kata Fransetya.

Kinerja positif tersebut didorong oleh peningkatan produksi listrik yang mencapai 1.370 gigawatt hour (GWh), naik sekitar 15% secara tahunan. Kenaikan produksi ini ditopang optimalisasi capacity factor atau tingkat utilisasi pembangkit di sejumlah wilayah kerja, terutama Kamojang dan Lumut Balai. Strategi ini meningkatkan efisiensi pemanfaatan aset sekaligus memperkuat kontribusi pendapatan.

Baca Juga

Catat Efisiensi Energi 90.502 MWh, PGE (PGEO) Perkuat Jalan Menuju 'Net Zero'

Kontributor penting lainnya berasal dari Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi penuh sejak Juni 2025. Tambahan kapasitas tersebut mendorong volume produksi secara signifikan sepanjang periode berjalan.

Selain faktor operasional, perseroan juga memperoleh dukungan dari keuntungan selisih kurs akibat pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS, mengingat sebagian pinjaman perusahaan menggunakan denominasi mata uang Jepang.

“Secara keseluruhan, kinerja perseroan menunjukkan bahwa pertumbuhan yang dicapai didorong oleh fundamental operasional yang kuat serta didukung oleh faktor struktural yang solid sehingga memberikan landasan yang kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang,” sebutnya.

Dalam ajang “The Best Investortrust Companies 2026”, dari total 967 emiten di Bursa Efek Indonesia, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Seleksi kemudian diperketat lagi melalui sejumlah indikator tambahan sehingga hanya 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.

Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024