Sentimen Kripto Masih Lemah, Pengembang Ethereum Consensys Tunda IPO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Consensys, perusahaan pengembang Ethereum yang dipimpin oleh Joe Lubin memutuskan untuk menunda aksi korporasinya berupa penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Amerika Serikat. Rencana tersebut bisa saja diundur hingga paling cepat musim gugur karena kondisi pasar yang buruk.
Padahal, pengembang dompet MetaMask ini dilaporkan telah melibatkan bankir dari JPMorgan dan Goldman Sachs tahun lalu untuk memimpin proses tersebut.
Consensys bertujuan untuk mengajukan draf pernyataan pendaftaran S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) sekitar akhir Februari tahun ini, menurut orang ketiga. Pengajuan rahasia biasanya merupakan langkah formal pertama dalam proses IPO.
Baca Juga
Pasar kripto anjlok tajam pada Februari 2026 karena investor menarik diri dari aset berisiko di tengah ketidakpastian makroekonomi. Lalu adanya kekhawatiran tarif, melambatnya ekspektasi penurunan suku bunga, dan arus keluar besar-besaran dari Bitcoin. Dengan latar belakang tersebut, keputusan Consensys untuk menunda rencana IPO-nya bukanlah hal yang mengejutkan.
“Sebagai kebijakan, kami tidak berkomentar tentang spekulasi pasar,” ujar juru bicara Consensys melansir Cointelegraph, Kamis (14/5/2026).
Kejelasan regulasi yang lebih baik di AS mendorong beberapa perusahaan kripto untuk menguraikan rencana untuk go public tahun ini. Tetapi penurunan pasar yang berkepanjangan telah menyebabkan perusahaan besar seperti raksasa bursa Kraken dan pembuat dompet kripto Ledger menunda rencana IPO mereka.
BitGo (BTGO) menjadi satu-satunya perusahaan kripto yang akan go public pada tahun 2026 telah mengumpulkan sekitar US$ 213 juta dalam IPO pada Januari. Perusahaan menetapkan harga saham di atas kisaran yang dipasarkan pada US$ 18 dan melonjak lebih dari 20% dalam debutnya di Bursa Efek New York (NYSE).
Baca Juga
Pasar Kripto Bersiap Hadapi Volatilitas, Fokus Tertuju ke Pertemuan Trump-Xi Jinping
Namun reli tersebut dengan cepat memudar, menyoroti sentimen investor yang fluktuatif terhadap pencatatan kripto. Di mana saham tersebut sekarang diperdagangkan sekitar 36% di bawah harga IPO-nya.
Pada awal tahun 2022, Consensys berhasil mengumpulkan pendanaan Seri D sebesar US$ 450 juta, yang menempatkan valuasi perusahaan mencapai US$ 7 miliar.

