Di Tengah Fluktuasi Saham BDMN, Ada Crossing di Harga Rp 6.000
JAKARTA, investortrust.id – Sehari setelah PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan MUFG Indonesia mengumumkan intensi untuk penggabungan usaha, perdagangan saham BDMN berlangsung semarak. Sempat menyentuh auto rejection atas (ARA) di Rp5.875 pada sesi pre-opening, BDMN memulai perjalanan di Rp4.850 atau naik 3,19%.
Perubahan situasi yang berlangsung sangat cepat dari posisi pre-opening, mendorong investor melakukan penjualan secara massif. Terutama ketika terjadi transaksi dalam jumlah besar, mencapai 16 ribu lot, di Rp4.850. Harga BDMN meluncur deras hingga menyentuh level terendah harian di Rp4.320 atau turun sekitar 7%.
Baca Juga
Jelang Integrasi Danamon-MUFG Makin Dekat, Asing Agresif Masuk ke Bank Danamon (BDMN)
Investor ramai ramai melakukan penjualan setelah keterbukaan informasi (sell on news) untuk mengamankan keuntungan atau profit taking. Maklum, saham BDMN telah menguat 80% dalam sebulan terakhir sejak rumors pertama kali muncul. Harga saham berlari kencang dari posisi Rp2450 pada pertengahan April lalu. Bandingkan dengan pergerakan saham bigbank yang melemah di atas 15% dalam kurun waktu yang sama.
Selain faktor sell on news, investor memilih jualan untuk mengunci cuan karena penurunan tajam IHSG dan nilai tukar, tersengat isu pengumuman MSCI. Investor main aman hari ini untuk menghindari dampak MSCI pada perdagangan esok hari (Rabu 13/5).
Penurunan harga saham BDMN akan tetapi tidak berlangsung lama. Harga mulai beringsut naik ketika panic selling mereda. Pada akhir perdagangan sesi 1, penurunan saham BDMN tinggal minus 3%. Nah, di tengah rebound itu, terdapat transaksi dalam jumlah besar di pasar nego.
Baca Juga
Bank Danamon (BDMN) Catat Laba Rp 1,1 Triliun, Naik 35% Pada kuartal I 2026
Ada investor yang memperdagangkan saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) di harga Rp 6.000 per saham di pasar negosiasi sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga transaksi tersebut jauh di atas harga penutupan sesi I, Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan data perdagangan saham di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, ada investor yang merealisasikan transaksi sebanyak 14.987 lot saham BDMN ditransaksi dengan harga Rp 6.000. Dengan demikian nilai transaksinya hampir mencapai Rp 9 miliar.
Adapun berdasarkan data BEI di pasar regular, nilai transaksi saham BDMN meningkat menjadi Rp 124,25 miliar sepanjang sesi I BEI, Selasa (12/5/2026). Saham BDMN ditransaksikan dalam rentang Rp 4.320-4.930 dengan penutupan catatkan pelemahan 4,68% menjadi Rp 4.480. Volume transaksi sahamnya mencapai 27,55 juta saham.
Baca Juga
Sebelumnya, investor institusi asing terpantau agresif menambah kepemilikan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menjelang pengumuman rencana integrasi operasional Danamon dengan MUFG Bank Ltd, Jakarta Branch.
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BDMN telah melesat lebih dari 88% menjadi Rp 4.700 dalam sebulan terakhir. Pemodal asing juga mencatatkan net buy saham ini mencapai Rp 41,06 miliar dalam sebulan terakhir.
Berdasarkan daftar 20 besar pemegang saham BDMN, kepemilikan UBS AG London Branch Equities House naik menjadi 164,23 juta saham per 30 April 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,22 juta saham, dibandingkan posisi 160,01 juta saham per 31 Maret 2026.

