Bidik Rp 88 Miliar, Perusahaan Ternak (AYAM) Milik Anggota DPR Gelar Bookbuilding IPO
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan peternakan ayam dan rumah potong, PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) menggelar proses initial public offering (IPO) dengan menawarkan 800 juta lembar saham ke publik.
Jumlah saham yang akan diterbitkan dalam rangka IPO tersebut mencerminkan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca penawaran umum perdana saham. Adapun harga nominal saham sebesar Rp 25.
Perseroan tengah melakukan penawaran awal atau bookbuilding sejak 10 November 2023 hingga 16 November 2023. Dalam bookbuilding tersebut, AYAM membuka penawaran dalam rentang harga Rp 100 – Rp 110 per saham. Dengan begitu AYAM berpotensi meraup dana IPO Rp 88 miliar.
Baca Juga
Target Penjualan Meleset, Rugi Bersih Alfa Energi (FIRE) Membengkak
Berdasarkan prospektus IPO yang diterbitkan, perusahaan yang berbasis di Yogyakarta tersebut berencana menggunakan dana hasil IPO untuk pembelian beberapa bidang tanah di Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
IPO ini akan dibantu oleh PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin emisi efek dengan kesanggupan penuh (full commitment).
Terkait potensi perolehan kinerja positif di masa dating, Perseroan merencanakan untuk membayar dividen tunai secara kas atau dalam bentuk uang kepada seluruh pemegang Saham sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.
Besarnya dividen yang akan dibagikan dikaitkan dengan keuntungan Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan keuangan Perseroan dan tanpa mengurangi hak RUPS Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.
Baca Juga
Saham Konsumer Grup Salim (INDF) dan Wilmar (CEKA) Undervalued, Berpeluang Naik di Musim Pemilu
Disebutkan, mulai tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan seterusnya, Perseroan berencana membagikan dividen tunai secara kas sebanyak-banyaknya 25% dari laba bersih Perseroan.
Sebagai catatan, sebelum IPO, saham AYAM dikuasai oleh Haji Singgih Januratmoko dengan porsi kepemilikan 98%, sisanya dipegang oleh Hajjah Sova Marwati dan Fadhl Muhammad Firdaus, masing-masing memegang 1% saham.
Haji Singgih diketahui merupakan Anggota DPR-RI periode 2019-2024 dari Partai Golkar. Dia melaju ke Senayan pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan Jawa Tengah V yang meliputi Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali dan Kota Surakarta. Singgih yang merupakan dokter hewan lulusan Universitas gadjah Mada ini diketahui bertugas di Komisi VI DPR.

