IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis 0,36%, Tersandera Kejatuhan Saham Emiten Prajogo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (7/5/2026), ditutup naik 25,51 poin (0,36%). Padahal, kenaikan intraday sempat lebih dari 110 poin ke 7.204.
IHSG bergerak terseok-seok setelah saham emiten Prajogo Pangestu dihantam penurunan jelang penutupan sesi I. Di antaranya, saham TPIA anjlok 9,41%, saham BREN melemah 3,9%, BRPT turun 3,2%, dan CUAN jatuh 2%.
Baca Juga
Antam (ANTM) 'Rebound' Tembus Rp 2,840 Juta Efek "Drama" AS-Iran Mereda
Tekanan indeks juga datang dari pelemahan sejumlah sektor saham, penurunan lebih dari 1% melanda saham sektor energi, material dasar, dan transportasi. Adapun saham dengan kenaikan melanda sektor infrastruktur, keuangan, property, dan kesehatan.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat sesi I, yaitu saham ESIP naik 29,27% menjadi Rp 212, KLAS menguat 25% menjadi Rp 100, DEPO naik 18,75% menjadi Rp 304, DART menguat 16,46% menjadi Rp 184, dan NATO naik 15,32% menjadi Rp 715.
Kemarin, IHSG ditutup naik 35,36 poin (0,50%) menjadi 7.092 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 482,07 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 188,91 miliar, BRPT mencapai Rp 121,55 miliar, dan BBCA mencapai Rp 90,46 miliar.
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Revisi Naik Target Harga Saham Antam (ANTM), Potensi Cuan Segini
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan sejumlah sektor saham berikut, yaitu saham sektor material dasar 1,91%, sektor consumer non primer 1,42%, sektor teknologi 1,21%, sektor property 0,99%, dan sektor infrastruktur 0,40%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan dan kesehatan.
Di tengah penguatan tersebut, saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham DEFI naik 34,23% menjadi Rp 200, RICY naik 34,04% menjadi Rp 126, PYFA naik 25% menjadi Rp 380, ABDA menguat 24,93% menjadi Rp 4.760, TALF naik 24,63% menjadi Rp 119, dan MLPT naik 19,95% menjadi Rp 24.500.

