Bagikan

PDB Indonesia Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, IHSG Menguat Mendekati 7.040

Poin Penting

PDB kuartal I-2026 tumbuh 5,61%, sesuai ekspektasi pasar.
IHSG menguat hingga 0,97% mendekati level 7.040 pada sesi I.
Analis sebut data ekonomi jadi katalis positif di tengah tekanan global.

JAKARTA, investortrust.idPertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat sebesar 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), yang turut mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah dinamika pasar global.

Berdasarkan data, produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I-2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.447,7 triliun.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, mengatakan pelaku pasar domestik sangat mengantisipasi rilis data pertumbuhan ekonomi tersebut.

Baca Juga

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% Secara Tahunan di Kuartal I-2026

“Hasil yang di atas ekspektasi dapat menjadi katalis positif untuk memperkuat IHSG di tengah tekanan global, apalagi ketegangan antara AS dengan Iran kembali meningkat,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Riset Mirae Asset sebelumnya memperkirakan pertumbuhan PDB kuartal I-2026 berada di atas 5,39%. Secara teknikal, IHSG dinilai sudah berada dalam kondisi oversold berdasarkan indikator RSI dan mulai menunjukkan rebound dari pola wave B.

Namun demikian, indikator RSI dan Stochastics K_D masih memberikan sinyal negatif, meskipun volume perdagangan tercatat meningkat.

Mirae Asset memperkirakan IHSG memiliki level support di kisaran 6.917–6.684 dan resistance pada 7.119–7.244. Hingga mendekati penutupan sesi I, IHSG tercatat menguat 0,97% ke level 7.039,8.

Baca Juga

Saham Big Bank Rebound Pagi Ini, Intip kembali Target Harga BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI Berikut

Dari sisi global, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah pasukan AS mengklaim menghancurkan enam kapal Iran serta menembak jatuh rudal dan drone yang diarahkan ke kapal Angkatan Laut AS dan kapal komersial. Kondisi ini mendorong harga minyak WTI naik lebih dari 3% ke level US$105 per barel.

Sementara itu, nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan di level Rp17.393,5 per dolar AS, mendekati Rp17.400 per dolar AS, yang menjadi perhatian investor, khususnya asing.

Pelaku pasar disarankan mencermati rotasi sektor ke saham-saham yang lebih tahan terhadap inflasi atau memiliki fundamental dividen kuat, seperti sektor energi, basic materials, konsumer, dan keuangan.

Investor juga diimbau untuk fokus pada saham dengan fundamental solid, valuasi menarik, serta yang menunjukkan potensi pembalikan tren, dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024