Respons Positif Pertumbuhan Ekonomi 5,61%, IHSG Intraday Sesi I Melesat 0,91%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham merespons positif data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 sebesar 5,61% atau melampaui konsensus pasar. Hal ini terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 65 poin (0,94%) menjadi 7.035 usai rilis pertumbuhan ekonomi pukul 11.15 WIB, Selasa (5/5/2026).
Sejumlah saham big cap, khususnya saham perbankan KBMI IV mencatatkan lompatan harga. Di antaranya saham BBRI naik 3,95% menjadi Rp 3.160, BMRI naik 2,94% menjadi Rp 4.550, BBNI naik 2,60% menjadi Rp 3.940, dan BBCA menguat 2,54% menjadi Rp 6.050.
Data rilis pertumbuhan ekonomi tersebut juga direspons positif saham big cap yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti saham BRPT naik 14,36% menjadi Rp 2.110, TPIA naik 10,84% menjadi Rp 5.625, dan CUAN naik 3,45%.
Baca Juga
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% Secara Tahunan di Kuartal I-2026
Sementara itu, Kepala Badan BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026, didorong oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap solid.
Berdasarkan data yang dirilis, produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan I-2026 mencapai Rp 6.187,2 triliun dan PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.447,7 triliun.
Namun demikian, secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar 0,77%, dibandingkan triwulan IV-2025. Pada periode sebelumnya, PDB ADHB tercatat Rp6.147,2 triliun dan ADHK sebesar Rp3.474,5 triliun.
Baca Juga
Saham Big Bank Rebound Pagi Ini, Intip kembali Target Harga BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI Berikut
Sementara itu, pada triwulan I-2025, PDB ADHB tercatat sebesar Rp 5.665,9 triliun dan ADHK sebesar Rp3.264,6 triliun, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara tahunan.
Pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini ditopang oleh aktivitas domestik yang tetap kuat, mencerminkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Perkembangan ekonomi tersebut juga menunjukkan pola musiman, dengan kontraksi secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) sebesar 0,77%, namun tetap mencatat pertumbuhan kuat secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 5,61%.

