IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas, Cermati Saham ITMG, PADI, dan SRTG
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/5/2026), diprediksi bergerak terbatas dalam rentang 6.920-7.160. Tiga saham pilihan hari ini adalah ITMG, PADI, dan SRTG.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG cenderung bergerak terbatas dengan range support 6.920 – 7.000 dan resistance 7.100 – 7.160. Katalis utama hari ini adalah nilai mata uang rupiah per hari ini menembus level Rp 17.400 sembari menunggu rilis GDP Growth kuartal I-2026 Indonesia yang diproyeksi melandai.
Baca Juga
BNI Sekuritas Dukung Transformasi Pendidikan Lewat Pelatihan AI dan Coding
Sedangkan penguatan tipis indeks kemarin didukung sejumlah rilis data ekonomi menjadi sentimen utama, seperti nilai neraca perdagangan yang menyusut dengan nilai ekspor yang menyusut 3,1% secara YoY dan tingkat inflasi di angka +0,13% secara MoM. Rilis data ini merupakan efek dari konflik yang belum usai dari timur tengah yang menekan beberapa sektor dan aspek ekonomi.
Laju indeks juga akan dipengaruhi Wall Street yang ditutup melemah setelah Dow Jones anjlok 1,13%. Begitu juga dengan S&P500 melemah 0,41% dan Nasdaq melemah sebanyak 0,19%.
Terkait saham pilihan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ITMG dengan target harga Rp 27.025-27.600, PADI dengan target harga Rp 130-139, dan SRTG dengan target harga Rp 1.870-1.960.
Baca Juga
Ketegangan Timur Tengah Hantam Pasar Saham AS, Dow Anjlok Lebih 550 Poin
Kemarin, ditutup naik sebanyak 15,15 poin (0,22%) menjadi 6.971,95 dengan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,92 triliun. Net buy ditopang adanya crossing saham PNGO senilai Rp 2,75 triliun melalui pasar negosiasi dari pemodal domestic ke pemodal asing.
Kenaikan ini sejalan dengan penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer 2,53%, sektor consumer non primer 1,53%, dan sektor infrastrutkur 0,96%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, teknologi, transportasi, energi, dan material dasar.
Penguatan juga ditopang kenaikan sejumlah saham big cap, seperti FILM, BREN, PANI, MORA, dan CMRY. Kenaikan juga didukung penguatan saham AALI hingga TINS.
Di tengah kenaikan tersebut, beberapa saham ini cetak kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti BCIP menguat 34,85% menjadi Rp 89, FWCT naik 34,83% menjadi Rp 120, YPAS naik 24,69% menjadi Rp 1.515, dan HERO menguat 24,47% menjadi Rp 590. Kenaikan pesat juga melanda saham FILM sebanyak 23,95% menjadi Rp 2.950 dan NETV naik 20,45% menjadi Rp 106.

