Kinerja Kuartal I-2026 Bertumbuh Solid, BWPT Catat Pendapatan Rp 1,38 Triliun dan Perkuat ESG
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mencatat kinerja pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada kuartal I-2026. Peningkatan ini ditopang penguatan fundamental operasional, disiplin biaya, serta peningkatan produktivitas di seluruh lini usaha.
Sepanjang kuartal I-2026, emiten yang dikendalikan Rajwali Corpora (BWPT) ini membukukan kenaikan pendapatan dari Rp 1,27 triliun menjadi Rp1,38 triliun dan laba periode berjalan naik double digit dari Rp 76,01 miliar menjadi Rp 84,95 miliar. EBITDA tercatat Rp 446 miliar double digit growth.
Baca Juga
B50 Berlaku Juli 2026, Aprobi Perketat Standar Kualitas Biodiesel Lampaui Eropa
Kinerja ini didukung oleh kenaikan volume penjualan dari 77.700 ton menjadi 85.000 ton atau meningkat 9%, seiring optimalisasi operasional yang dilakukan perseroan. Di tengah kondisi harga crude palm oil (CPO) yang kondusif, BWPT mampu menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan efisiensi.
Dalam strategi jangka panjang, BWPT terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai sumber penciptaan nilai. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang tidak hanya mendorong kinerja operasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
BWPT juga mencatat capaian penting dengan diperolehnya sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) melalui entitas PT Adhyaksa Dharma Satya pada 20 April 2026. Sertifikasi tersebut merupakan yang kelima dari total tujuh pabrik BWPT, atau setara sekitar 70% pabrik yang telah bersertifikat, sesuai dengan roadmap perusahaan.
Baca Juga
Selain itu, BWPT memperkuat inovasi melalui kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditandatangani pada 16 April 2026 di Jakarta. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan inovasi berbasis biomasa dan hilirisasi produk sawit.
Melalui teknologi bio-pyrolysis, perseroan mengembangkan solusi pengolahan limbah kelapa sawit dan sampah plastik menjadi bio-oil, serta inovasi Green Carbon Black berbasis tandan kosong sebagai alternatif bahan baku yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini dinilai membuka peluang peningkatan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi BWPT dalam mendorong praktik industri rendah karbon.
Direktur Utama BWPT Henderi Djunaidi mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan kuartal I-2026 mencerminkan konsistensi strategi yang dijalankan perseroan.
Baca Juga
BPDP Pastikan Dana Peremajaan Sawit Aman, Siap Penuhi Kebutuhan Petani
“Fokus kami adalah memperkuat produktivitas dan efisiensi, serta memastikan inovasi yang dikembangkan mampu untuk memberikan nilai tambah yang nyata. ESG telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan kami. Selain itu, Perseroan juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui kerja sama dengan kurang lebih 7.000 petani plasma dalam program plasma mandiri,” ujarnya.
Dengan strategi yang terarah dan eksekusi yang disiplin, BWPT optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sepanjang 2026, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri kelapa sawit nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

