IHSG Anjlok Hampir 20% Ytd ke 6.956, Terburuk di Dunia, Big Caps Jadi Biang Tekanan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatatkan penurunan hampir 20% menjadi 6.956,80 sepanjang year to date (ytd). Catatan ini menjadikan performa indeks saham BEI terburuk di dunia.
Sedangkan IHSG BEI pekan ini mengalami penurunan sebanyak 2,42% menjadi 6.956 atau level terendah dalam 10 bulan terakhir. Penurunan tersebut menjadikan total kapitalisasi pasar (market cap) BEI menguap Rp 354 triliun menjadi Rp 12.382 triliun.
Penurunan indeks saham hampir 20% sepanjang ytd disumbangkan kejatuhansaham-saham big cap dan hampir seluruh sektor saham bersamaan berlanjutnya aksi jual (net sell) saham.
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Catat Kinerja Solid di Kuartal I-2026, Ekspansi FWA dan Fiberisasi Berlanjut
Beberapa saham penekan indeks ytd adalah saham DSSA setelah anjlok 60,02%, BBCA melemah 27,55%, BREN turun 54,02%, BBRI melemah 18,31%, FILM melemah 83,59%, BRPT turun 43,88%, dan TLKM jatuh 19,25%.
Hampir seluruh sektor saham mencatatkan penurunan dalam sepanjang ytd. Terdalam dicatatkan saham property lebih dari 21%, sektor infrastruktur lebih dari 24%, sektor teknologi lebih dari 19%, sektor energi lebih dari 15,67%, dan sektor keuangan anjlok 12,37%. Adapun saham yang masih resilens adalah sektor material dasar dengan kenaikan 4,08%.
Net Sell Sepekan
Adapun, pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 7,06 triliun sepanjang pekan ini atau periode 27-30 April. Tambahan tersebut menjadikan total net sell saham oleh investor asing sepanjang ytd telah mencapai Rp 49,87 triliun.
Baca Juga
Net Sell Hari Ini Rp 2,34 Triliun, Investor Asing Lanjut Lepas Saham BBCA, BBRI, dan BMRI
Pemodal asing terpantau merealisasikan penjualan bersih saham BBCA mencapai Rp 2,06 triliun, BMRI senilai Rp 1,66 triliun, BSDE mencapai Rp 1,50 triliun, BBRI mencapai Rp 1 triliun, dan ANTM senilai Rp 467 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbesar pekan ini terdiri atas saham RLCO senilai Rp 330,88 miliar, BBNI mencapai Rp 172,07 miliar, INCO senilai Rp 157,36 miliar, MDKA mencapai Rp 142,37 miliar, dan EMAS mencapai Rp 120,41 miliar.

