Hadapi 2026 dengan Penuh Kehati-hatian, Ini Strategi Bisnis Adi Sarana (ASSA)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) memilih melangkah dengan penuh kehati-hatian tahun ini, di tengah situasi geopolitik yang masih panas.
Manajemen berencana melakukan kegiatan ekspansi secara terukur dengan fokus pada peningkatan efisiensi, kapasitas, dan kualitas layanan.
“Sekarang ini kami akan lebih fokus pada upaya untuk memenuhi permintaan yang ada, sambil terus menata infrastruktur agar makin baik dan bisa tumbuh secara sehat di 2026,” ujar Direktur Utama Adi Sarana Armada, Prodjo Sunarjanto pada Selasa (28/4/2026).
Di bisnis logistik, manajemen memilih fokus ekspansi pada kegiatan integrasi layanan logistik end-to-end untuk klien B2B, guna meningkatkan efisiensi operasional jangka panjang.
Baca Juga
Laba Adi Sarana (ASSA) Turun Tipis 3,22% di Kuartal I-2026, Bisnis Logistik Bertumbuh
Sementara terkait infrastruktur, perseroan menambah kapasitas gudang, serta melakukan digitalisasi sistem pengiriman. “Investasi di infrastruktur inilah yang menyebabkan kenaikan biaya di awal tahun, termasuk di dalamnya penambahan personal untuk melayani klien-klien B2B,” sambung Prodjo.
Adapun pada pilar bisnis rental di ASSA Rent dan Bisnis Mobil Bekas lewat Caroline.id, JBA, dan MotoGadai, perseroan fokus pada upaya peningkatan sinergi ekosistem.
“Pada pilar bisnis ini Caroline.id sebagai diler mobil online to offline mulai mencapai titik impas (BEP),” imbuhnya.
Dari bisnis lelang di JBA, manajemen mengungkap kinerja yang tertekan akibat penurunan penjualan mobil baru pada 2025, serta semakin ketatnya penyaluran pembiayaan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan (leasing). Namun keduanya diklaim tetap menjadi kontributor pendapatan yang stabil. di tengah masa transisi pilar bisnis logistik perseroan.

