Bagikan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sentil Pendalaman Pasar Modal RI yang Belum Optimal

Poin Penting

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti realisasi pendalaman pasar modal Indonesia yang dinilai jalan di tempat.
Meski IHSG terkoreksi ke level 7.175, Menkeu optimistis indeks mampu cetak rekor ke 10.000 tahun ini.
Pemerintah fokus perkuat fundamental ekonomi agar pasar modal dapat menyesuaikan diri secara alami.

JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti upaya pendalaman pasar modal Indonesia yang dinilai masih belum optimal hingga saat ini.

Purbaya mengungkapkan bahwa wacana pendalaman pasar modal sudah ia dengar sejak awal 2000-an. Namun, hingga kini, realisasinya dinilai belum juga tercapai.

“Saya sudah dengar istilah pendalaman pasar modal sejak tahun 2000, sampai sekarang nggak dalam-dalam. Mungkin kita pakai cangkul yang salah, digali nggak dalam-dalam tuh,” ungkap Purbaya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (Pintar) Reksa Dana di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).

Meskipun demikian, Purbaya menegaskan pemerintah terus berupaya memperkuat fondasi ekonomi sebagai pendorong pertumbuhan pasar modal. Ia menyebut, strategi percepatan pertumbuhan ekonomi sedang disiapkan.

“Yang jelas, dari pemerintah kita siapkan fondasi ekonomi yang baik. Membaik terus dari waktu ke waktu,” ujar Menkeu.

Baca Juga

Menakar Ketahanan IHSG Pasca Reformasi Integritas Pasar Modal

Sebagai gambaran, indeks sepanjang tahun ini telah terkoreksi 16,89%. IHSG turun dari posisi tertingginya di awal 2026 yang mencapai 9.134,700, menjadi 7.175,62 pada penutupan sesi I hari ini, Senin (27/4/2026).

Sebelumnya Purbaya sendiri mengaku tetap optimistis IHSG berpotensi mencetak rekor baru di level 10.000 pada tahun ini, sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat.

“Bisa lah, ini kan masih gonjang-ganjing. Kalau ekonominya fundamentalnya bagus, nanti naik cepat,” ujar Purbaya di Gedung BPKP Kemenkeu, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Purbaya menambahkan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kondisi perekonomian tetap solid. Dengan begitu, pergerakan IHSG diyakini akan mengikuti secara alami.

“Makanya fokus saya adalah jaga itu, bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan adjust otomatis ke fundamental ekonominya,” jelasnya

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024