Dampak Konflik Timur Tengah, BCA (BBCA) Pantau Ketat Debitur di Sektor Plastik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah akibat perang AS-Israel versus Iran mulai menjadi perhatian serius para pelaku industri perbankan nasional. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA terus memantau perkembangan risiko kredit terhadap para debiturnya yang memiliki keterkaitan dengan dinamika global, salah satunya di sektor plastik.
Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih mengungkapkan, BCA secara aktif memetakan sektor-sektor mana saja yang paling rentan terkena imbas konflik tersebut. Dampak ini sangat ditentukan oleh ketergantungan sektor bisnis tertentu terhadap fluktuasi harga komoditas global yang dipicu tensi gepolitik di Timur Tengah.
Dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja PT Bank Central Asia Tbk Kuartal I 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (23/4/2026), John menyoroti satu sektor spesifik yang mulai merasakan tekanan akibat situasi ini. Industri plastik menjadi salah satu yang terdampak karena sangat bergantung pada harga bahan baku yang terus merangkak naik.
Baca Juga
BCA Cetak Laba Rp 14,7 Triliun di Kuartal I 2026, Kredit Tumbuh Solid Berkat Momentum Ramadan
"Ini tentu saja adalah sektor yang terkait dengan plastik ya karena memang harga plastik materialnya juga mulai mengalami peningkatan," ujar John Kosasih saat menanggapi pertanyaan mengenai dampak geopolitik terhadap profil debitur BCA.
Menghadapi potensi risiko tersebut, menurut John, BCA telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memitigasi kemungkinan pemburukan kualitas kredit. Komunikasi dua arah antara bank dan nasabah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas portofolio kredit perusahaan di tengah ketidakpastian.
"Tentu saja kami terus berkoordinasi dengan para nasabah untuk melihat bagaimana kondisi saat ini. Kami juga menanyakan bagaimana mitigasi yang akan dilakukan oleh para nasabah," jelas dia.
Baca Juga
Manajemen BCA Tambah Kepemilikan Saham BBCA, Pasar Cermati Sinyal Positif
Meski terdapat tekanan pada harga bahan baku di sektor tertentu, John memastikan secara keseluruhan kondisi nasabah BCA masih dalam kategori aman. Hingga saat ini, risiko kredit masih berada dalam level yang terkendali sesuai dengan prinsip kehati-hatian bank.
"Selama ini kalau kita perhatikan so far masih tetap terjaga dengan baik risikonya. Para nasabah ini masih tetap menjalankan usaha dengan baik dan kita akan terus memonitor kondisinya," ujar John Kosasih.

