BRI (BBRI) Bagikan Dividen Rp 52,1 Triliun, Siap Dorong Pertumbuhan Kredit Berkualitas di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI menegaskan komitmennya dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis. Hal ini dilakukan melalui pembagian dividen jumbo dan penguatan fundamental keuangan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar pada 10 April 2026, perseroan menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 52,1 triliun atau Rp 346 per saham. Jumlah tersebut telah termasuk dividen interim sebesar Rp 137 per saham atau Rp 20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.
Pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan BRI dengan laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp 57,132 triliun tahun buku 2025, dengan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 56,65 triliun.
Baca Juga
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menyatakan, kombinasi pembagian dividen yang optimal dan fundamental keuangan yang kuat mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan pertumbuhan jangka panjang.
“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.
Dari sisi permodalan, hingga akhir Desember 2025, ekuitas BRI tercatat sebesar Rp 330,9 triliun atau tumbuh 2,4% secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh konsistensi perseroan dalam menghasilkan laba bersih, meski tetap melakukan distribusi dividen kepada pemegang saham sepanjang tahun.
Baca Juga
Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp 52,1 Triliun Siap Dibagikan ke Pemegang Saham
Likuiditas BRI juga terjaga kuat, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 136,9% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 117,7%. Kedua rasio tersebut menunjukkan kapasitas likuiditas yang memadai serta struktur pendanaan yang stabil untuk mendukung ekspansi bisnis.
Selain itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI berada pada level tinggi, yakni sebesar 26,63% secara konsolidasi dan 23,52% secara bank only, jauh di atas ketentuan regulator. Kondisi ini memberikan ruang yang luas bagi perseroan untuk tetap ekspansif secara terukur.
Sejalan dengan Rencana Kerja Tahunan Perseroan (RKAP) 2026, BRI menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 7% hingga 9% secara tahunan. Target tersebut mencerminkan optimisme perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada segmen UMKM sebagai fokus utama bisnis BRI.

