Kuartal I, Tesla Cetak Laba di Atas Ekspektasi Meski Tertekan Volatilitas Harga Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tesla milik Elon Musk melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan tetapi pendapatan meleset. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan melaporkan pendapatan sebesar US$ 22,39 miliar, sedikit di bawah perkiraan analis sebesar US$ 22,71 miliar. Laba per saham tercatat sebesar US$ 0,41, lebih tinggi dari perkiraan konsensus sebesar US$ 0,37.
Namun, kinerja tersebut dibayangi oleh penurunan nilai aset digital akibat penyesuaian nilai wajar Bitcoin (BTC). Dalam laporan keuangannya, Tesla mengungkapkan bahwa nilai aset digitalnya turun sekitar US$ 222 juta selama periode tersebut. Penurunan ini disebabkan oleh mekanisme akuntansi nilai wajar yang menyesuaikan valuasi aset kripto berdasarkan harga pasar terkini, bukan karena penjualan aset. Nilai simpanan tersebut menurun seiring harga Bitcoin yang jatuh dari sekitar US$ 90.000 pada awal tahun menjadi sekitar US$ 68.000 pada akhir Maret.
Sebagai informasi, mengutip Coindesk, Kamis (23/4/2026) Tesla awalnya membeli Bitcoin pada Februari 2021, mengakuisisi 43.200 BTC senilai sekitar US$ 1,5 miliar. Sekitar sebulan kemudian, perusahaan menjual sekitar 4.320 BTC, sekitar 10% dari posisinya, untuk menguji likuiditas pasar.
Pada Juli 2022, di tengah pasar bearish, Tesla telah mengurangi posisinya menjadi 9.720 BTC. Sebuah kenaikan kecil pada Januari 2025 membawa kepemilikan menjadi 11.509 BTC, di mana posisi tersebut tetap bertahan sejak saat itu.
Baca Juga
Tertinggi Dalam 11 Pekan, Bitcoin Sempat Ke US$ 79.000-an di Tengah Ketegangan AS-Iran
Tesla saat ini tercatat memiliki sekitar 11.509 BTC di neracanya, menjadikannya salah satu perusahaan publik dengan eksposur Bitcoin terbesar. Fluktuasi harga Bitcoin selama kuartal berjalan berdampak langsung terhadap nilai tercatat aset perusahaan.
Meski demikian, perusahaan tidak mengumumkan perubahan strategi terkait kepemilikan Bitcoin. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan nilai lebih bersifat teknis akuntansi daripada perubahan sikap terhadap aset kripto.
Baca Juga
Bitcoin Tersingkir dari 10 Besar Aset Global, Kini Posisinya di Bawah Tesla
Kinerja Tesla mencerminkan dinamika yang kerap dihadapi perusahaan dengan eksposur kripto, di mana pertumbuhan operasional dapat tetap kuat, namun volatilitas harga aset digital memengaruhi laporan keuangan.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati laporan keuangan berikutnya dari Tesla dan perusahaan lain yang memiliki aset kripto untuk menilai dampak fluktuasi pasar terhadap kinerja korporasi.

