Saham BBNI Catat Rekor ATH, Terbuka Potensi Tembus Target Price Rp 6.600
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) atau Bank BNI (BBNI) menjadi buruan pelaku pasar saham seiring euforia hasil pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Mengacu pada hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Prabowo – Gibran meraih 58% suara pemilih, artinya Pemilu hanya berlangsung satu putaran.
Berdasarkan data perdagangan Sesi I di Bursa Efek Indonesia, Kamis (15/02/2024), saham BBNI melesat 4,68% ke level 6.150 atau tembus harga tertingginya (all time high/ATH).
Sepanjang perdagangan hari ini saham BBNI sempat menembus level Rp 6.225 per saham. Level ini merupakan titik tertinggi saham BBNI secara intraday dengan kapitalisasi pasar Rp 225,82 triliun.
Baca Juga
BRI Peduli Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Grobogan dan Demak
Penguatan saham BBNI ditopang oleh semaraknya transaksi saham ini, dengan volume mencapai 549.346 lot. Hingga penutupan perdagangan sesi I, antrian beli saham BBNI berada pada harga tertinggi Rp 6.150 sebanyak 34.559 lot.
Analis PT Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi mayakini, saham BBNI masih berpotensi menguat mencapai target level Rp 6.600. Target tersebut mencerminkan 1,5 kali price to book value.
Untuk itu Samuel Sekuritas masih merekomendasikan buy saham BBNI, meski telah mengalami penguatan cukup tinggi.
“Kami tetap yakin bahwa Manajemen BBNI akan terus memperkuat sistem manajemen risiko BBNI, khususnya untuk sektor Wholesale dan UKM,” kata dia dikutip dari riset, Kamis (15/02/2024).
Dia memperkirakan, NIM BBNI kemungkinan akan meningkat dalam 2-3 tahun ke depan, didukung dengan naiknya penyaluran kredit ke sektor UKM.
Baca Juga
Optimisme terhadap kinerja BBNI di masa datang didorong oleh perolehan kredit kuartalan yang solid. Dikatakan, didukung pertumbuhan tersebut, BBNI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 7,6% YoY di tahun 2023, dengan kenaikan kredit korporasi swasta sebesar 14,3% YoY.
‘’Kami memperkirakan angka kredit BBNI akan kembali meningkat pada tahun 2024, mengingat progres ‘pembenahan’ segmen BUMN dan komersial yang cukup menggembirakan,’’ imbuhnya.
Manajemen BBNI sendiri memproyeksikan pertumbuhan kredit di tahun 2024 akan mencapai 9%-10% YoY, didukung oleh segmen komersial dan konsumer.

