Purbaya Klaim Pendapatan Masih Kuat, Jamin Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kondisi keuangan negara masih kuat. Dia menjamin harga subsidi BBM tak akan naik hingga akhir tahun.
“Yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi (harga minyak mentah) US$ 100 [per barel]. Jadi kita sudah siap kalau kita sampai ke sana. Sampai akhir tahun,” kata Purbaya, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah menghitung kenaikan harga minyak mentah dunia dari harga rata-rata sebesar US$ 80 per barel hingga US$ 100 per barel.
“Kita sudah hitung asumsi harga minyak dunia US$ 100 (per barel) rata-rata sepanjang 2026 dan dengan exercise tertentu (defisit) anggaran bisa kita tekan di 2,92% dari PDB. Jadi, sepanjang tahun ini dengan harga rata-rata US$ 100 (per barel) aman,” kata dia.
Purbaya mengatakan memiliki cukup anggaran untuk menahan kenaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan tersebut terjadi karena perang yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.
Baca Juga
Purbaya Pede Defisit APBN 2026 Terkendali di Level 2,9% Meski Harga Minyak Fluktuatif
Anggaran yang tersedia berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun. “Ini merupakan bantalan tersendiri kalau diperlukan. Kalau harga minyak naik tinggi sekali, misalnya, nggak terkendali,” jelas dia.
Purbaya membantah anggaran untuk menambal harga minyak mentah dunia yang melambung akan habis dalam hitungan dua pekan. Bahkan, dia juga membantah adanya kenaikan harga BBM pada Juli. Termasuk meminta masyarakat tak khawatir dan membuat demonstrasi.
“Jadi masyarakat di luar tidak usah ribut. Nggak usah takut, kita sudah hitung. Kita siapkan sampai akhir tahun,” kata dia.

