Pemangkasan Anggaran K/L 10% Masih Dikaji, Purbaya Jamin Tak Akan Ganggu Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa masih mengkaji rencana pemangkasan anggaran di kementerian dan lembaga (K/L) yang diusulkan sebesar 10%. Menkeu memastikan pemangkasan anggaran tak akan mengganggu perekonomian.
Purbaya belum bisa memastikan besaran pemotongan atau efisiensi anggaran di K/L, meski ia sempat mengusulkan sebesar 10%. Dia hanya menegaskan, pemangkasan anggaran merupakan salah satu langkah untuk menjaga ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kami sedang menghitung semua anggaran di K/L. Tadinya kami usulin (efisiensi) 10%," ucap Purbaya saat ditemui usai salat Idulfitri di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Baca Juga
Prabowo Pangkas Anggaran Tak Produktif Senilai Rp 308 Triliun untuk Tutup Celah Korupsi
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini menjelaskan, langkah efisiensi anggaran di seluruh K/L ditujukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal di tengah tekanan ekonomi global.
Purbaya mengakui, ketika K/L diminta mengusulkan pemangkasan anggaran, dalam praktiknya sebagian justru mengajukan tambahan anggaran. Alhasil, pemerintah akan melakukan penyesuaian lebih lanjut.
“Tapi kalau saya tawarin ke mereka, mereka bukan potong malah nambah terus. Kalau mereka bilang potong, mungkin nanti mereka sesuaikan. Tapi persenannya sedang kami diskusikan," ujar dia.
Baca Juga
Istana Pastikan Efisiensi Tak Potong Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih
Menkeu juga menegaskan,. pemerintah akan membatasi pengajuan anggaran baru nonprioritas guna memastikan belanja negara tetap efektif dan tepat sasaran.
Meski melakukan efisiensi anggaran, menurut Purbaya, belanja K/L yang bersifat produktif tidak akan terganggu, terutama yang berkaitan dengan program prioritas dan pelayanan publik.
"Jadi, pada dasarnya kita akan memotong anggaran. Saya akan batasin, anggaran-anggaran baru jangan diajukan lagi. Menterinya nanti ngajuin terus, itu akan kami batasi. Kalau yang lain akan disesuaikan. Tapi nggak akan sampai pengaruhi ekonomi juga," papar dia.

