Kemenkeu Optimistis Defisit APBN Masih dalam Koridor
JAKARTA, investortrust.id - Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo menyebut defisit APBN masih dalam koridor.
“(APBN) Kita masih dalam koridor (defisitnya)” kata Yustinus saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2023).
Yustinus mengatakan situasi APBN yang masih dalam koridor karena belanja pemerintah akan semakin menguat pada akhir tahun. Selain itu, juga ada pembayaran kompensasi energi.
“Termasuk tahapan pemilu. Ini kan dimulai kampanye juga hari ini,” kata dia.
Baca Juga
Dalam defisit APBN Oktober 2023, pemerintah masih belum memasukkan pembayaran kompensasi energi. Menurut Prastowo, pembayaran kompensasi akan dilakukan setelah audit selesai.
“Biasanya setahun dua kali pembayaran. Nanti begitu audit BPKP dan perintah pembayarannya sudah selesai, baru dilakukan pembayaran,” ujar dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengaku optimistis defisit APBN 2023 akan berada di bawah 2,3% dari PDB.
Baca Juga
APBN Mulai Defisit Rp 0,7 Triliun Oktober 2023, Belanja Terkontraksi
“Dengan dinamika sekarang, peluang defisit kita lebih rendah 2,3% memang terlihat semakin nyata,” kata Febrio saat sesi tanya jawab APBN Kita, Jumat (25/11/2023).
Febrio mengatakan optimisme itu muncul karena dari sisi belanja telah mampu menopang pemulihan ekonomi dan mendukung konsumsi masyarakat. Baik itu, kata dia, secara natural terjadi dari pertumbuhan ekonomi maupun dari sisi pemerintah yang melihat kebutuhan masyarakat.
“Melihat kebutuhan adanya penebalan bansos dalam konteks El Nino dan juga harga komoditas,” ucap dia.
Febrio mengatakan saat menerbitkan lapsem (laporan semester) outlook defisit memang ditargetkan berada 2,3% dari PDB. Ini karena, ucap Febrio, terdapat penyesuaian berkaca pada ekonomi global. Salah satunya melihat kondisi geopolitik dan pelemahan ekonomi di China. (CR-7)

