Keyakinan Konsumen RI Turun, Tapi Masih "Pede" Belanja
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan indeks keyakinan konsumen (IKK) pada Februari 2026 turun menjadi 125,2 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, masih berada di zona optimistis atau percaya diri (pede) yang mencerminkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap kuat.
BI menjelaskan hasil tersebut berasal dari survei konsumen yang menunjukkan optimisme masyarakat masih terjaga meskipun terdapat penurunan pada beberapa kelompok pengeluaran dan kelompok usia.
Dalam laporannya yang diakses Senin (9/3/2026), BI menyatakan bahwa penurunan optimisme terjadi pada sebagian kelompok pengeluaran. Namun, terdapat pengecualian pada kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta hingga Rp 5 juta yang masih mencatat peningkatan keyakinan terhadap kondisi ekonomi.
Baca Juga
“Perkembangan optimisme tersebut sedikit menurun dibandingkan kondisi bulan sebelumnya untuk sebagian kelompok pengeluaran, kecuali pada kelompok pengeluaran Rp 3,1-5 juta yang masih menunjukkan peningkatan,” tulis BI dalam laporannya.
Berdasarkan kelompok usia, hampir seluruh segmen responden mengalami penurunan indeks keyakinan konsumen. Pengecualian terjadi pada kelompok usia 51-60 tahun yang justru mengalami peningkatan indeks dari 112,4 pada Januari menjadi 118,8 pada Februari 2026.
Meski demikian, BI mencatat bahwa seluruh kelompok usia masih berada dalam zona optimistis. Tingkat keyakinan tertinggi tercatat pada responden berusia 20-30 tahun dengan indeks sebesar 133,7, meskipun sedikit turun dibandingkan Januari yang mencapai 134,2.
Tetap kuatnya keyakinan konsumen juga didukung peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE). Pada Februari 2026, IKE tercatat sebesar 115,9, naik dari 115,1 pada bulan sebelumnya.
BI menjelaskan peningkatan indeks tersebut berasal dari perbaikan seluruh komponen pembentuknya, yaitu indeks penghasilan Saat Ini, indeks ketersediaan lapangan kerja, serta indeks pembelian barang tahan lama.
Kenaikan pada ketiga komponen tersebut menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini masih relatif positif, terutama terkait pendapatan, peluang kerja, serta kemampuan membeli barang tahan lama.
Ekspektasi Konsumen
Di sisi lain, indeks ekspektasi konsumen masih berada di level optimistis meskipun secara angka mengalami penurunan. Pada Februari 2026, indeks tersebut tercatat sebesar 134,4 dibandingkan 138,8 pada Januari 2026.
BI menjelaskan bahwa dari sisi kelompok pengeluaran, peningkatan optimisme terjadi pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran bulanan Rp 2,1 juta hingga Rp 5 juta. Sementara itu kelompok pengeluaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta serta kelompok dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta mengalami penurunan keyakinan.
Baca Juga
Indeks Keyakinan Konsumen Turun, OJK Sebut Tak Pengaruhi Industri Pergadaian
Dari sisi usia, mayoritas kelompok responden masih menunjukkan peningkatan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Indeks tertinggi kembali tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun. “Dari sisi usia mayoritas kelompok mengalami peningkatan dengan indeks tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun,” tulis BI dalam laporan tersebut.
Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan indeks secara keseluruhan, keyakinan konsumen Indonesia terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Optimisme tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

