Indonesia-Selandia Baru Siap Jalin Kerja Sama Sertifikasi Halal
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut Indonesia akan menjalin kerja sama di bidang sertifikasi halal dengan Selandia Baru. Kerja sama ini terjadi setelah pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, di Hotel Park Hyatt, Melbourne, Australia.
“Ini juga kerja sama di sektor halal, mereka (Selandia Baru) minta agar mutual recognition agreement (MRA) di bidang halal bisa didorong,” kata Airlangga saat bertemu awak media di kantornya beberapa hari lalu.
Menurut informasi, Selandia Baru telah mengembangkan industri halal sejak 2010. Selandia Baru telah mendukung keterlibatan sektor industri halal dengan sejumlah regulasi untuk produk daging, susu, dan turunan susu.
Baca Juga
Soal Peluang Kerja Sama Sertifikasi Halal RI-Vietnam, Ini Kata Wapres
Wakil Presiden Ma’ruf Amin, pada awal Maret 2024, menyebut kemitraan antara pengusaha Selandia Baru dan Indonesia, terutama di sektor halal perlu ditingkatkan. Kerja sama juga turut melibatkan peran pemilik badan sertifikasi halal.
Kerja sama lintas sektor ini penting, kata Ma’ruf, mengingat industri halal global akan terus berkembang. “Ekonomi halal saya yakini akan terus berkembang, karena penerapan dan prinsip halal tidak hanya dibatasi oleh kaidah agama, tetapi juga mencakup standar kesehatan, kebersihan, dan keselamatan yang tinggi,” ujar Wapres.
Wapres menyebut produk halal yang kita impor sebagai bahan konsumsi ataupun bahan baku industri, itu harus memperoleh pengakuan dulu dari Indonesia. Artinya, proses sertifikasi halal di Selandia Baru harus memperoleh pengakuan dari Indonesia, dalam hal ini melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Baca Juga
Perdagangan RI-Selandia Baru Turun 18%, Jokowi Ajak PM Luxon Cari Peluang baru
Dalam State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2022, sektor makanan dan minuman halal, menjadi salah satu penopang industri halal global. Sektor tersebut beriringan dengan sektor lain semisal, farmasi dan kosmetik, pariwisata, dan fashion.
Dalam laporan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, Indonesia menjadi salah satu eksportir global produk halal terbesar untuk makanan, fashion, farmasi dan kosmetik pada 2020. Pasar ekspor Indonesia untuk produk halal mencapai 3% dari nilai total produk halal yang diperdagangkan secara global.
“Dengan ekspor produk halal senilai US$ 8,6 miliar (termasuk yang tidak membutuhkan kepatuhan halal, seperti sayuran segar), Indonesia adalah eksportir terbesar ke-9 secara global dan ke-2 eksportir terbesar di antara negara-negara OKI,” tulis laporan tersebut.
Baca Juga
Garap Prospek Produk Halal di Selandia Baru, Ini Strategi Indonesia
Tujuan ekspor produk halal Indonesia sebagian besar adalah negara-negara anggota OKI, namun negara-negara non-OKI mendapatkan produk halal dari Indonesia, terutama pasar Eropa Timur.
Diperkirakan terdapat produk halal senilai US$ 0,22 miliar (yang memerlukan sertifikasi halal pada tingkat tertentu) diekspor oleh 10 negara non-Muslim dengan belanja Muslim tertinggi.

