BPS: Ekspor Indonesia Desember 2025 Naik 11,6% Tembus US$ 26,35 miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan ekspor selama Desember 2025. Pada akhir tahun, ekspor menyentuh angka US$ 26,35 miliar atau naik 11,64% secara tahunan (year on year/yoy).
“Peningkatan ekspor Desember 2025 secara tahunan, terutama didorong peningkatan ekspor nonmigas, terutama pada beberapa komoditas nonmigas,” kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, saat konferensi pers, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/1/2026).
Pada Desember 2025, ekspor non-migas tercatat sebesar US$ 25,09 miliar. Angka ekspor nonmigas naik 13,72% secara tahunan. Sementara itu, ekspor migas tercatat US$ 1,26 miliar, terkontraksi sebesar -1,26% secara tahunan.
Baca Juga
Aprisindo: Ekspor Alas Kaki RI Tembus US$ 7,2 miliar, Tumbuh 13,13%
Peningkatan komoditas nonmigas yang mendorong ekspor, yaitu minyak dan lemak hewan nabati. Ekspor komoditas ini naik 3,53% secara tahunan dan memberikan andil 4,87%.
Komoditas pendorong ekspor lainnya, yaitu nikel sebesar 59,92% secara tahunan. Komoditas ini memiliki andil 2,03% dari peningkatan ekspor. Komoditas lain yang mendorong ekspor yaitu mesin dan perlengkapan elektronik serta bagiannya. Ekspor komoditas ini naik sebesar 22,08% secara tahunan dengan andil 1,26% terhadap peningkatan ekspor.
Berdasarkan sektor, ekspor pada Desember 2025 ditopang industri pengolahan yang naik 19,25% secara tahunan dengan andil 14,48%. Ekspor industri pengolahan tercatat sebesar US$ 21,17 miliar. Sementara itu, industri pertambangan tercatat sebesar US$ 3,4 miliar atau melemah 8,78% secara tahunan.
Pelemahan juga terjadi pada sektor pertanian. Koreksi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 10,91% secara tahunan menjadi US$ 3,4 miliar.
Selama Januari-Desember 2025, ekspor Indonesia tercatat mengalami peningkatan ekspor dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia mencapai US$ 282,91 miliar atau naik 6,15%. “Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor pengolahan sebesar 10,77%” kata dia.
Baca Juga
Perluas Akses Pasar Ekspor RI, Kemendag Gelar Jejaring Bisnis dengan 6 Negara Mitra
Ekspor industri pengolahan ditopang kinerja minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, dan dari semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.
Secara kumulatif, ekspor Indonesia masih besar ke China dengan nilai US$ 64,82 miliar, AS dengan nilai US$ 30,96 miliar, dan Asean sebesar US$ 51,58 miliar, serta Uni Eropa sebesar US$ 19,28 miliar.

