OJK Catat KUR Perbankan Tembus Rp 116,94 Triliun hingga Mei 2024
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh industri perbankan mencapai Rp 116,94 triliun, pada periode awal 2024 sampai dengan 31 Mei 2024.
Angka tadi diungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulis Konferensi Pers Assesmen Sektor Jasa Keuangan & Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Juni 2024, Senin (15/7/2024).
"Adapun realisasi penyaluran KUR atas 41 bank penyalur KUR tahun 2024 sampai dengan 31 Mei 2024 telah mencapai Rp 116,94 triliun atau meningkat 45,72% kepada 1,99 juta debitur," ujar Dian.
Baca Juga
OJK Sebut Permasalahan di LPEI Karena Kurangnya Kehati-hatian
Dian menjelaskan, penyaluran KUR tersebut meningkat jika dibandingkan periode sebelumnya, yakni tahun 2023 sampai dengan 31 Mei 2023 yang mencapai Rp 80,25 triliun.
Pemerintah bersama OJK secara berkala terus melakukan evaluasi baik kompetensi, dan kondisi para bank penyalur, sehingga dalam perjalanannya dimungkinkan suatu penyesuaian, alokasi ataupun penghentian penyaluran.
Hal itu mengingat implementasi program menekankan tidak hanya berfokus terhadap peningkatan penyaluran namun juga berfokus terhadap efektifitas program dalam mendorong keberlangsungan UMKM di Indonesia secara jangka panjang.
Sebelumnya diberitakan Investortrust.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengkaji opsi perpanjangan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 hanya untuk KUR.
Airlangga mengatakan, kebijakan restrukturisasi tersebut masih dikaji, terutama untuk KUR.
Baca Juga
Dua Saham Ini Layak Dilirik, Meksi Investor Waspadai Koreksi IHSG
“Ada cara lain yang bisa dilakukan dan ini sedang dikaji dalam kebijakan KUR. Tadinya, kita buat kelas menengah, tetapi kelihatannya menengah ke bawah,” kata Airlangga usai menghadiri One Map Policy Summit 2024, di Jakarta, Kamis (12/7/2024).
Lebih lanjut, Airlangga juga memberikan sinyal restrukturisasi kredit untuk semua sektor. Tapi, sektor perbankan masih merasa cukup resiliens.
“Sehingga kita lihat yang KUR secara spesifik,” kata Airlangga.

