'Undisbursed Loan' per Desember 2025 Mencapai Rp 2.439,2 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan per Desember 2025. Hingga akhir tahun tersebut, undisbursed loan yang masih tersimpan di perbankan menyentuh angka Rp 2.439,2 triliun atau 22,12% dari plafon kredit yang tersedia.
“Dari sisi permintaan, pelaku usaha perlu terus didorong untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang tercatat masih cukup besar pada Desember 2025 yaitu Rp 2.439,2 triliun,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, yang digelar daring, Rabu (21/1/2026).
Secara bulanan angka undisbursed loan tersebut turun sebesar 2,79%. Pada November 2025, undisbursed loan sempat mencapai angka Rp 2.509,4 triliun.
Dari sisi penawaran, kata Perry, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai. Ini ditopang oleh alat likuiditas terhadap dana pihak ketiga (AL/DKP) sebesar 28,57%. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh tinggi sebesar 13,83% secara tahunan pada Desember 2025.
“Minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM,” kata dia.
Baca Juga
BI Catat 'Undisbursed Loan' Alami Kenaikan pada November 2025
Perry menjelaskan belum longgarnya kredit pada dua segmen tersebut karena masih tingginya risiko kredit pada kedua sektor konsumsi dan UMKM.
Pada 2025 ini, Perry mengatakan kredit perbankan tumbuh sebesar 9,69% secara tahunan. Angka tersebut di atas batas bawah perkiraan BI yang sebesar 8-11% secara tahunan.
“Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06% secara tahunan, 4,52% secara tahunan, dan 6,58% secara tahunan,” ujar dia.
BI memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2026 akan membaik. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit dalam kisaran 8-12% secara tahunan.
“Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan KSSK untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut,” ucap dia.

