Penjualan Eceran November 2025 Tumbuh 6,3%, Lebih Tinggi dari Bulan Sebelumnya
JAKARTA, investortrust.id – Penjualan eceran nasional mencatatkan pertumbuhan solid pada November 2025. Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 6,3% secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan Oktober 2025 yang sebesar 4,3% secara tahunan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menyebut, IPR November 2025 tercatat sebesar 222,9, ditopang kinerja positif hampir seluruh komoditas.
Baca Juga
30 Menit Jelang Penutupan, IHSG Tergerus 100 Poin Terseret Saham Emiten Prajogo
Pertumbuhan terutama berasal dari kelompok suku cadang dan aksesoris yang naik 17,7% secara tahunan, makanan, minuman, dan tembakau yang meningkat 8,5% secara tahunan, serta barang budaya dan rekreasi yang tumbuh 8,1% secara tahunan.
Meski demikian, beberapa kelompok masih mencatat kontraksi. Peralatan informasi dan komunikasi kembali turun 27,4% secara tahunan, sementara perlengkapan rumah tangga terkontraksi 1,6%.
Secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 tumbuh 1,5%, meningkat dari Oktober 2025 sebesar 0,5%. Pertumbuhan terutama terjadi pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi (5,5%), suku cadang dan aksesoris (4,2%), bahan bakar kendaraan bermotor (2,8%), serta makanan, minuman, dan tembakau (1,2%), didorong permintaan menjelang periode perayaan akhir tahun.
Baca Juga
Indika (INDY) Diuntungkan Eksposur Emas, Target Harga Saham Direvisi Naik
BI memperkirakan penjualan eceran masih solid pada Desember 2025 dengan IPR diproyeksikan mencapai 231,7 atau tumbuh 4,4% secara tahunan. Pertumbuhan terutama diperkirakan datang dari kelompok suku cadang dan aksesoris (12,4% secara tahunan), makanan, minuman, dan tembakau (6,9%), barang budaya dan rekreasi (3,5%), serta bahan bakar kendaraan bermotor (0,2%).
Secara spasial, peningkatan penjualan eceran pada November 2025 ditopang oleh sejumlah kota, termasuk Surabaya yang tumbuh 21,4% secara tahunan, Semarang termasuk Purwokerto tumbuh 10,5%, dan Denpasar tumbuh 3,8%. Sementara secara bulanan, penjualan meningkat di Manado (13,5%), Medan (5,3%), dan Surabaya (1,3%).

