'Undisbursed Loan' Masih Tinggi, Purbaya Tepis Kredit Sepi Peminat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons masih tingginya fasilitas kredit atau undisbursed loan yang mencapai Rp 2.509,4 triliun. Menurutnya, tingginya undisbursed loan tak mencerminkan lemahnya permintaan kredit dari dunia usaha.
“Demand untuk kredit itu tidak ada, tidak benar,” kata Purbaya, dikutip Jumat (2/1/2025). Ia pun memberikan contoh bahwa permintaan kredit masih bertumbuh, hanya saja industri masih mengalamim kendala aksesibilitas pendanaan dari perbankan.
Menurut Purbaya menyebut sidang debottlenecking yang digelar beberapa waktu lalu. Terdapat pengusaha di sektor tekstil dan turunannya, PT Mayer Indah Indonesia, yang mencari pinjaman. Akan tetapi, perusahaan tersebut tak mendapat pinjaman karena dianggap bank sebagai sektor usaha yang sunset.
“Kenapa? Karena bank bisa taruh di tempat yang lebih enak,” kata Purbaya.
Alih-alih menyalurkan kredit, Purbaya memberi sinyal bahwa perbankan akan memilih instrumen investasi yang dianggap lebih aman dengan imbal pasti.
Baca Juga
BI Catat 'Undisbursed Loan' Alami Kenaikan pada November 2025
Purbaya meyakini penempatan dana pemerintah sebesar Rp 276 triliun ke himpunan bank negara atau himbara akan membuka ruang penyaluran kredit ke sektor riil. Dia berkaca pada pengalaman penempatan dana pada era Covid-19 2020-2021 yang terbukti mengerek permintaan kredit hingga double digit.
“Problem undisbursed loan ada, tapi ketika ekonominya tumbuh, orang akan meminjam lebih banyak,” kata dia.
Purbaya menerangkan perbaikan ekonomi Indonesia sudah mulai terjadi. Ini terlihat gejala belanja masyarakat di akar rumput.
“Kalau Anda lihat di kampung-kampung, di pinggiran, sudah mulai gerak ekonominya. Paling tidak, tidak sesuram waktu itu. Kenapa orang tidak demo lagi di jalan? Karena mereka ada harapan masa depan yang lebih baik,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan undisbursed loan atau fasilitas pinjaman yang belum dicairkan pada November 2025. mencapai Rp 2.509,4 triliun atau 23,18% dari plafon kredit yang tersedia.
Kredit yang belum tersalurkan pada November 2025 naik 2,39% dibandingkan Oktober 2025. Pada bulan kesepuluh tersebut kredit yang belum tersalurkan mencapai Rp 2.450,7 triliun atau 22,97% dari plafon kredit yang tersedia.
