Ketua Komisi XI Wanti-wanti Ketidakpastian Bisa Ancam Semua Sektor dan Lini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan perlunya setiap sektor mewaspadai ketidakpastian. Saat ini, terdapat banyak faktor ketidakpastian yang sebagian besar berada di luar kontrol dan kendali para pengambil keputusan.
“Inilah kalau menurut saya ke depan yang harus menjadi salah satu hal, yang kemudian hidup berdampingan dengan ketidakpastian,” ujar Misbakhun saat Seminar Kafegama, dengan topik Tantangan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Maju, dipantau daring, Sabtu (20/12/2025).
Ketidakpastian inilah yang akan mewarnai perjalanan Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, sesuai yang dibuat Presiden Prabowo Subianto. Untuk mencapai itu, Indonesia perlu keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap.
“Kemiskinan di China tahun 80an itu hampir sama profilnya dengan Indonesia. Hampir sama. Dengan risiko yang lebih besar justru,” kata dia.
Baca Juga
Prabowo: Ekonomi Indonesia Menjanjikan di Tengah Ketidakpastian Global
China menggunakan sistem partai politik tunggal untuk menggapai kemajuan ekonomi. Menurut Misbakhun, kondisi ini sempat membuat ideologi demokrasi ala negara-negara Eropa dipertanyakan.
“Ketika demokrasi itu memberikan kita kebebasan untuk bersuara, dan kemudian ada kepemimpinan yang kuat itu bisa mendeliver kesejahteraan, mana yang lebih diutamakan? Ini kemudian menjadi perdebatan yang penting kita hadapi,” ujar dia.
Di era kepemimpinan Prabowo, menurut dia, perlu dihidupkan kembali industrialisasi. Dengan industrialisasi lah pertumbuhan ekonomi yang memadai bisa dicapai.
“Karena apa? Pro-job, pro-growth itu bisa dicapai dengan industrialisasi,” ucap dia.
Setelah industrialisasi tumbuh, pemerintah perlu menguatkan hilirisasi. Hilirisasi, kata dia, mendorong penguatan ekonomi berbasis sumber daya alam, teknologi, hingga penanaman modal.
“Ekonomi nilai tambah inilah yang diharapkan ke depan akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan PDB ke Indonesia,” ujar dia.

