Hashim Djojohadikusumo: Sistem Pendapatan Negara Parah!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pendapatan negara menjadi perhatian penting Presiden Prabowo Subianto di era pemerintahannya. Sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo yang pernah ditugaskan Prabowo untuk mengetuai tim yang bertugas mengkaji potensi pendapatan Indonesia mengatakan, salah satu titik lemah dari potensi Indonesia adalah penerimaan negara.
“Parah! Sistem penerimaan negara kita, pajak, bea cukai, dan sebagainya sangat parah,” kata Hashim, saat menghadiri bedah buku "Indonesia Naik Kelas, Future Talk: Indonesia Naik Kelas & Peran Sivitas Akademika", seperti dipantau di kanal Youtube Universitas Indonesia, Senin (15/12/2025).
Hashim mengatakan, sistem perpajakan Indonesia merupakan yang terlemah di dunia. Dia mengeklaim Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan kondisi ini.
Sejak 2013, kata Hashim, pendapatan negara yang terdiri atas pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), royalti, dan bea cukai tak bergerak signifikan.
Baca Juga
Janjikan Insentif Jika 'Tax Ratio' Naik, Purbaya Ancam Pegawai Pajak yang 'Macam-Macam'
“Indonesia [tax ratio] 12%. Itu 11 tahun lalu. Sekarang, Kamboja [tax ratio] 18%. Indonesia dimana? Tetap 12%” kata dia.
Hashim menjelaskan, Indonesia memiliki potensi ekonomi di area yang belum tergali atau biasa disebut ekonomi abu-abu. Lebih kurang sebanyak 35% perekonomian di Tanah Air tak tercatat dengan baik.
Ekonomi abu-abu yang dimaksud Hashim mengarah ke sektor ekonomi di tingkat daerah. Ia mengambil contoh bisnis salon atau potong rambut. Pembayaran yang menggunakan uang tunai dan tak tercatat membuat salon potong rambut tak dikenai pajak.
Ke depan, Hashim menjelaskan bahwa pemerintah akan menerapkan digitalisasi. Dengan begitu, setiap transaksi pelaku usaha dapat tercatat.
“Bayangkan, pada saat nanti semua masuk (sistem) ekonomi yang benar, yang tercatat. Nanti ada program digitalisasi, semua nanti berupa BLT dibayar ke rakyat, fakir miskin, dan sebagainya itu nanti akan dibayar dengan (melalui) handphone,” ujar dia.

