Turun 44,93% Secara Bulanan, Namun Neraca Perdagangan Oktober 2025 Masih Surplus
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya penurunan surplus neraca perdagangan barang pada Oktober 2025. Meski melanjutkan tren surplus neraca perdagangan barang selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, angka surplus Oktober 2025 lebih rendah dari pada September 2025.
“Neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$ 2,39 miliar,” kata Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Jika dilihat dalam data yang dipaparkan, surplus pada Oktober 2025 turun sebesar -44,93% secara bulanan dan turun -11,8% secara bulanan.
Pudji mengatakan surplus pada Oktober 2025 ini ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar US$ 4,31 miliar. Penyumbang utama surplus yaitu komoditas lemak atau minyak hewani nabati, bahan mineral, dan besi dan baja.
Baca Juga
Neraca Perdagangan Indonesia Diprediksi Masih Surplus Namun Cekak
“Pada saat yang sama neraca perdagangan migas tercatat defisit US$ 1,92 miliar,” kata dia.
Komoditas penyumbang defisit perdagangan migas yaitu minyak mentah dan hasil minyak.
Sebelumnya diberitakan, BPS mencatat penurunan ekspor Oktober 2025. Nilai ekspor Oktober 2025 sebesar US$ 24,24 miliar atau turun -2,21% dibandingkan Oktober 2024.
Sementara itu, dari sisi impor, BPS mencatat terjadinya penurunan impor pada Oktober 2025. Pada bulan tersebut impor tercatat sebesar US$ 21,84 miliar atau turun -1,15% Oktober 2024.

