Mendag: Perjanjian Perdagangan RI-Tunisia Ditandatangani Januari 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan Tunisia atau Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement (IT-PTA) akan ditandatangani pada Januari 2026 mendatang.
Mendag Budi menjelaskan, perjanjian perdagangan tersebut seharusnya sudah bisa ditandatangani pada akhir tahun ini. Kendati demikian, dia belum mendapatkan waktu yang cocok untuk merealisasikannya dalam waktu dekat.
"Kita juga sudah menyelesaikan perjanjian dengan Tunisia, nanti rencananya Januari (2026) ya mungkin kita tandatangani Indonesia-Tunisia PTA, sebenarnya ini hanya masalah waktu saja, tapi perjanjiannya sudah selesai," ucap Mendag Budi saat ditemui di gedung Kemendag, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Pada 2025 ini, Pemerintah Indonesia telah merampungkan lima perjanjian perdagangan bebas, yakni Indonesia–Peru CEPA, Indonesia–Canada CEPA, Indonesia–EU CEPA, Indonesia–Eurasia FTA, serta Indonesia–Tunisia PTA.
Sama halnya dengan Tunisia, Mendag Budi menyebutkan, perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan Eurasia juga sudah rampung dan tinggal menunggu waktu bagi kedua negara melakukan penandatanganan.
Dengan dibukanya akses dagang dengan beberapa negara tersebut, Mendag Budi berharap dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha maupun pihak-pihak lainnya. Pasalnya, banyak keuntungan dari perjanjian itu, yakni tarif menjadi 0% serta hambatan perdagangan menjadi hilang atau berkurang.
"Kita coba melalui perwakilan kita, yaitu ada semacam business forum atau business matching secara online, ya itu bisa kita lakukan dengan dibantu perwakilan kita untuk bisa mencarikan mitra dagang," terang Mendag Budi.

