QRIS Makin Hits, Airlangga Sebut Negara Lain Jadi “Panas Dingin”
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menegaskan kesuksesan sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS, menjadi salah satu tonggak penting akselerasi ekonomi digital nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penggunaan QRIS lintas negara kini meluas dan bahkan membuat sistem pembayaran negara lain 'panas dingin'.
“QRIS sudah digunakan 57 juta konsumer Indonesia. Dan ini sudah menunjukkan bahwa penggunaan kris ini bisa membuat payment system negara lain panas dingin,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Pemerintah menilai kondisi ini sangat menguntungkan, karena menunjukkan standar Indonesia mampu diterima secara global. Airlangga menuturkan bahwa penguatan pembayaran digital berperan besar dalam memperluas peluang UMKM.
Transaksi lintas negara yang lebih mudah diyakini memperbesar akses pasar, sekaligus menurunkan biaya transaksi. Pemerintah juga melihat sistem pembayaran digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Di sisi lain, ia menjelaskan Indonesia memiliki peluang lebih besar seiring implementasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN pada 2025. “Maka ekonomi di ASEAN ini akan meningkat dari business as usual 1 triliun di tahun 2030 menjadi 2 triliun di tahun yang sama,” kata Airlangga.
Selain dukungan kebijakan, pemerintah juga tengah memperkuat infrastruktur digital seperti pengembangan AI, semikonduktor, hingga quantum computing. Airlangga menyebut jumlah startup Indonesia masih rendah, yaitu sekitar 45 perusahaan, sehingga perlu percepatan melalui pembiayaan dan ekosistem inovasi.
Untuk memperkuat pijakan UMKM di era digital, pemerintah menyiapkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi pelaku kreatif dan pemilik hak kekayaan intelektual. Langkah ini diharapkan memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

