Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Q4-2025 Tumbuh 5,6–5,7% Berkat Kuatnya Aktivitas Publik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 berpeluang berada di kisaran 5,6% hingga 5,7%. Keyakinan itu ia ungkapkan saat menjawab pertanyaan CEO Investortrust, Primus Dorimulu, dalam ajang Fun Run yang digelar Forum Pemred pada Minggu (16/11/2025).
Purbaya menilai meningkatnya aktivitas publik di ruang-ruang terbuka, termasuk tingginya antusiasme warga berolahraga di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman saat car free day, menjadi sinyal positif bangkitnya konsumsi domestik.
Dalam pengamatannya, keramaian yang kembali menggeliat tidak hanya menunjukkan pulihnya mobilitas masyarakat, tetapi juga menggerakkan sektor UMKM. Ia menegaskan bahwa perputaran transaksi kecil yang terjadi di area publik adalah fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi.
“Ya, ini indikasi awal bahwa ekonomi betul-betul sudah mulai bangkit. Ya, ramai, semakin ramai, semakin ramai. Ini kan UMKM-nya juga ikut diuntungkan. Nanti barang-barangnya ada yang beli, orang-orangnya haus dan lain-lain. Mungkin beli oleh-oleh dan lain-lain. Jadi, ini satu awal yang bagus saya pikir,” kata Purbaya. Berdasarkan tren tersebut, ia optimistis daya beli masyarakat terus menguat menuju akhir tahun.
“(Artinya ini Q4 ini bisa berapa persen pertumbuhan more or less?) Kita prediksi 5,6%–5,7% lah,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Forum Pemred periode 2024–2027, Retno Pinasti, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan industri media. Ia juga mengungkapkan inisiatif baru yang tengah dipersiapkan untuk memperkuat sektor tersebut. “Salah satu inisiatif yang akan mulai kita dorong adalah ‘No tax for knowledge’,” ujarnya dalam kegiatan Run for Good Journalism 2025 di Unika Atma Jaya, Jakarta Selatan.
Retno menjelaskan bahwa insentif pajak bagi lembaga jurnalistik terverifikasi diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pers nasional dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang kredibel. “Supaya kita semua sustain, dan negara ini punya informasi serta edukasi yang baik untuk seluruh masyarakat dan generasi ke depan,” katanya.
Sementara itu Purbaya juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri media, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan kinerja bisnis. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan berkurangnya kritik jurnalis terhadap pemerintah, sehingga peran pers dalam menjaga arah kebijakan ekonomi menjadi kurang optimal. Menurutnya, media harus kembali memainkan fungsi kontrol agar pemerintah dapat terus menjaga stabilitas perekonomian.
“Mereka mengeluh bisnis jurnalisme/media lagi turun. Saya bilang, ya itu karena kemarin-kemarin tidak cukup banyak protes sehingga ekonomi jatuh, Anda diam saja. Ke depan mesti kritik, kasih masukan biar kita nggak jatuh lagi ekonominya. Jadi, ekonomi melambat, jurnalis juga berdosa,” tegasnya.

