Lanjutkan Tren Pelemahan, Rupiah Ditutup di Level Ini...
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah melanjutkan tren pelemahan. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah terdepresiasi 64 pon ke level Rp 16.240 per dolar AS, Rabu (17/4/2024) sore, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 16.176.
Sementara itu, dalam perdagangan spot antarbank Jakarta, yang dilansir dari Yahoo Finance, rupiah ditutup di level Rp 16.214 per dolar AS. Mata uang Garuda tergelincir 44 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 16.170.
Baca Juga
Rupiah Anjlok, Pengusaha Makanan dan Minuman Menjerit dan Minta Ini ke Pemerintah
Direktur Utama PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyoroti komentar Gubernur The Fed, Jerome Powell yang membuat pelaku pasar semakin mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada Juni mendatang.
CME Fedwatch menunjukkan, peluang The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil mencapai 79,2%. Kecuali itu, para trader memperkirakan peluang kecil kenaikan 25 bps.
"Para pejabat The Fed akan menyampaikan pidatonya dalam beberapa hari mendatang. Kemungkinan besar mereka akan mengulangi retorika Powell bahwa setiap penurunan suku bunga akan dipandu oleh inflasi," papar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (17/4/2024).
Ibrahim menambahkan, saat ini situasi pasar sedang bias terhadap dolar AS setelah rilis menunjukkan fundamental ekonomi AS tetap solid. Data inflasi dan penjualan ritel AS juga lebih tinggi dari prakiraan.
"Itu menunjukkan inflasi masih stagnan dalam beberapa bulan terakhir dan peringatan The Fed membuat sebagian besar pedagang tidak memperhitungkan penurunan suku bunga lebih awal. Faktor lain adalah memburuknya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan safe haven," papar Ibrahim.
Baca Juga
Rupiah Longsor Hampir Rp 16.200/USD, Presiden Mendadak 'Panggil' Gubernur BI Ratas
Selain itu, menurut Ibrahim, para pedagang waspada terhadap kemungkinan tindakan intervensi oleh pemerintah Jepang, terutama karena beberapa pejabat memperingatkan dalam beberapa pekan terakhir bahwa mereka tidak akan mengesampingkan tindakan apa pun untuk membendung pelemahan yen.
Adapun untuk perdagangan besok (18/4/2024), Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif dan ditutup menguat pada rentang Rp 16.170 - Rp 16.250 per dolar AS.
