IHSG Ditutup Lanjutkan Pelemahan 0,47%, Sebaliknya Tiga Saham Ini ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/4/2025), ditutup melemah sebanyak 28,15 poin (0,47%) menjadi 5.967,99. Rentang pergerakan harian dalam kisaran 5.949-6.092 dengan nilai transaksi Rp 10,35 triliun.
Pelemahan IHSG ini dipicu berlanjutnya koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 3,08%, sektor consumer primer 2,23%, sektor energi 1,46%, sektor teknologi 1,32%, sektor property 0,34%, dan sektor consumer non primer 0,25%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur, kesehatan, keuangan, dan industry.
Baca Juga
Manulife Prediksi Volatilitas Pasar Saham akan Tetap Tinggi hingga Ada Signal Ini
Meski IHSG melemah, tiga saham berikut justru berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) naik 34,88% menjadi Rp 58, PT First Media Tbk (KBLV) melesat 34,83% menjadi Rp 120, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 25% menjadi Rp 3.950.
Penguatan mengesankan juga melanda saham PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik 20,80% menjadi Rp 151, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) sebanyak 16,38% menjadi Rp 540, dan PT Communication Cable System Indonesia Tbk (CCSI) menguat 11,73% menjadi Rp 362.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda, saham YUPI, MDKA, RATU, RAJA, DAAZ, FILM, hingga beberapa emiten lainnya. Penurunan indeks juga dipengaruhi atas kejatuhan saham-saham emiten big cap, khususnya yang dikuasai Prajogo Pangestu, seperti BREN anjlok 10,34% menjadi Rp 4.250 dan TPIA melemah 6,60% menjadi Rp 6.725.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 514,48 poin (7,90%) menjadi 5.996,14 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham Rp 3,87 triliun. Net sell terbanyak melanda PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,27 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 875,85 miliar.
Baca Juga
Terapkan Strategi Ini, Arwana Citramulia (ARNA) Optimistis Pertumbuhan Laba 10% Tahun Ini
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham setelah sejumlah bursa saham dunia anjlok signfikan selama libur lebaran setelah Trump menerapkan kebijakan resiprokal perdagangan. Meski demikian, sejumlah bursa saham Asia mulai rebound hari ini, seperti Nikkei dan Hang Seng.
Penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar dan sektor teknologi lebih dari 10%. Pelemahan juga dalam juga melanda saham industry, infrastruktur, consumer primer, dan energi lebih dari 8%. Sedangkan sektor dengan penurunan paling rendah dicatatkan consumer non primer hanya 4,97%.
Penurunan dahsyat IHSG tersebut juga sejalan dengan koreksi seluruh saham top 10 market cap di BEI, seperti saham BBCA melemah 8,53% menjadi Rp 7.775, BREN anjlok 13,82% menjadi Rp 4.740, BYAN melemah 0,75% menjadi Rp 19.875, BBRI turun 10,12% menjadi Rp 3.640, BMRI melemah 10,19% menjadi Rp 4.670, saham DCII melemah 10,69% menjadi Rp 150.000, AMMN melemah 14,23% menjadi Rp 4.610, DSSA melemah 5,69% menjadi Rp 40,175, dan TLKM turun 4,98% menjadi Rp 2.290. Sebaliknya saham TPIA ditutup stagnan level Rp 7.200.

