Rupiah Kembali Lesu di Sesi Kamis Pagi, Terkoreksi ke Level Rp 16.734 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (13/11/2025) pagi. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 10 poin atau terkoreksi 0,10% ke posisi Rp 16.734 per dolar AS pada pukul 09.25 WIB. Adapun rentang pergerakan hari ini diprediksi Rp 16.678–16.738.
Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS yang tercermin dari indeks dolar (DXY) yang masih berada di kisaran 99. Mata uang AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, termasuk euro sebesar 0,06% dan poundsterling sebesar 0,09%.
Baca Juga
Investor Senyum Lebar, Harga Emas Antam (ANTM) Kembali Melejit
Dolar AS juga mencatat penguatan terhadap yuan China (0,01%), dolar Singapura (0,01%), dan rupee India (0,08%). Sementara itu, yen Jepang dan ringgit Malaysia justru menguat tipis masing-masing sebesar 0,01% dan 0,03% terhadap dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, penguatan dolar AS terjadi bersamaan dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury 10 tahun) sebesar 4,67 basis poin ke level 4,07%. Menurutnya, penguatan DXY didorong oleh mulai tampaknya tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS.
Baca Juga
“Data menunjukkan perusahaan swasta memangkas lebih dari 11.000 pekerjaan per pekan hingga akhir Oktober 2025. Selain itu, indeks sentimen konsumen Michigan turun tajam hingga menyentuh posisi terendah kedua sepanjang sejarah pada November 2025,” jelas Andry.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat pelaku pasar obligasi lebih berhati-hati dan beralih ke aset yang lebih aman, mengantisipasi potensi perlambatan ekonomi global. Untuk perdagangan hari ini, rupiah diproyeksi bergerak dalam rentang Rp 16.678 – Rp 16.738 per dolar AS

