Ekonom Sebut Indonesia Butuh Kerja Ekstra Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Andry Asmoro menegaskan bahwa pemerintah harus mencatat pertumbuhan hingga 5,5% di kuartal IV-2025, agar target pertumbuhan tahunan 5,13% di tahun ini dapat terealisasi.
Hal itu disampaikan Andry dalam Investortrust Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
"Kalau untuk bertumbuh di 5,13%, pemerintah butuh pertumbuhan 5,5% di kuartal IV nanti. Artinya butuh ekstra keras untuk bekerja," kata Andry, Rabu.
Andry menyoroti bahwa Indonesia membutuhkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari 5% untuk membangun resiliensi ekonomi jangka panjang, terutama dalam menghadapi dinamika makro global hingga 2035.
"Jadi, apa yang membedakan periode pertama Pak Prabowo dibandingkan dengan periode pertama Pak Jokowi? All about bagaimana kemudian kita bisa resilien tumbuh di atas 5%," kata Andry, Rabu.
Asmoro menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi di atas 5% bukan sekadar angka, tetapi merupakan prasyarat untuk memanfaatkan momentum demographic dividend yang semakin menipis. Pihaknya memandang bahwa tahun 2025 masih merupakan tahun konsolidasi bagi pertumbuhan.
"Semester satu kita kehilangan momentum untuk tumbuh tinggi karena ada konsolidasi tadi. Harusnya semester I-2026 kita sudah enggak ada lagi story konsolidasi, sudah langsung bisa ngegas," ucapnya.
Asmoro optimistis Indonesia jauh dari potensi resesi. Hal tersebut didukung oleh perilaku konsumsi domestik.
"Kalau ditanya apakah ada chance Indonesia mengalami resesi, saya bilang not a chance, jauh. Selama orang Indonesia memang masih bisa jajan dan jalan-jalan," tegasnya.

