Kepala BPS Jelaskan Penyebab Konsumsi Rumah Tangga Turun di Kuartal III-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tiga komponen pengeluaran mengalami penurunan pada kuartal III-2025. Pengeluaran konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi, dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) turun dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan penurunan konsumsi rumah tangga dipengaruhi siklus musiman.
“Karena memang di kuartal III ini kalau event-event besarnya seperti libur keagamaan, tidak sepanjang di kuartal II,” kata Amalia, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025 Capai 5,04 % Secara Tahunan
Amalia mengatakan konsumsi rumah tangga kuartal II-2025 dapat meningkat karena ada libur Idulfitri dan Iduladha. Libur panjang di periode itu membuat masyarakat mengeluarkan uang untuk berbelanja.
“Itu (libur panjang) kan membuat orang, banyak spending dan juga travelling,” ucap dia.
Meski turun secara kuartal, Amalia melihat konsumsi rumah tangga tetap solid. Pada data yang disajikan BPS, konsumsi rumah tangga berdistribusi sebesar 53,14% terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal II-2025, pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai 4,97%. Sementara itu, kuartal III-2025 pertumbuhan konsumsi rumah tangga bergerak melambat di 4,98%.
“Walaupun kalau dibandingkan dengan kuartal II-2025, melemah tipis, tetapi yang masih cukup kuat adalah tumbuhnya ekspor di atas 9% dan investasi masih tumbuh di atas 5%” ujar dia.
Ekspor tumbuh 9,91% secara tahunan pada kuartal III-2025, angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal II-2025 yang sebesar 10,95% secara tahunan. Di sisi lain, investasi tumbuh 5,04% secara tahunan, meski jika dibandingkan kuartal II-2025 yang sebesar 6,99% mengalami penurunan.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi RI Masih di Bawah Potensi, BI Dorong Peningkatan PDB Lewat Bauran Kebijakan
Amalia juga menyoroti pengeluaran pemerintah yang cukup solid. Data menunjukkan, pengeluaran pemerintah bergerak positif, setelah pada kuartal II-2025 mengalami kontraksi menjadi -0,33%. Pada kuartal III-2025, pengeluaran pemerintah mencapai 5,49% secara tahunan.
Amalia mengatakan pertumbuhan ekonomi masih akan menunggu dampak dari stimulus ekonomi. Dampak dari stimulus yang digelontorkan pemerintah diharapkan berdampak ke kuartal IV-2025.
“Nanti kita lihat ya setelah ini,” ujar dia.

